MADINA, Mohga – masyarakat Kecamatan Tambangan mengeluh karena puskesmas di wilayah itu tidak mempunyai mobil ambulans, sementara ambulans sangat dibutuhkan
Kecamatan Tambangan terdiri dari 20 desa da kelurahan. Secara wilayah Kecamatan Tambangan terbagi dalam 3 wilayah yaitu bariba Tambangan, Laru sekitar dan Rura Aek Mais. Puskesmas Tambangan berada di Desa Tambangan Tonga, secara wilayah berada di Seberang Tambangan.
Jarak tempuh dari Rura Aek Mais dan Laru sekitar 13 kilometer, tentu jarak yang terbilang jauh dan menyulitkan sebagaian warga desa di Kecamatan Tambangan untuk berobat ke Puskesmas Tambangan.
Sebelumnya di Puskesmas Tambangan memiliki mobil ambulans yang kondisinya sangat memprihatinkan dengan kondisi bodi keropos tidak layak pakai, namun pada tahun 2020 ambulan tersebut ditarik oleh pihak Pemerintah Kabupaten dan sampai saat ini belum ada ambulans pengganti
Kesulitan warga yang berobat semakin terlihat dengan susahnya fasilitas armada kesehatan ke Puskesmas apalagi dirujuk ke Rumah sakit di Panyabungan. Hal ini diungkapkan oleh Hilman Rangkuti, warga Desa Panjaringan Tambangan.
“Jarak tempuh dari desa Panjaringan ke Puskesmas Tambangan sekitar 7 kilometer dengan kondisi jalan rusak parah sebagiannya, tanpa ada armada kesehatan yang layak tentu membuat kita khawatir terhadap warga yang berobat, saya berharap pemerintah kabupaten Mandailing Natal untuk memberikan bantuan ambulans ke Puskesmas Tambangan agar kami tidak lagi kesulitan mendapat layanan kesehatan,” keluh dia
Terpisah, Camat Tambangan Muslih Lubis menyebut Kecamatan Tambangan berjumlah 12.648 jiwa. Muslih mengatakan Salah satu keluhan masyarakat saat ini adalah soal pelayanan kesehatan yaitu mobil ambulans.
“Penduduk kita di kecamatan Tambangan berjumlah 12.648 jiwa terbagi dengan 5.841 jiwa laki-laki dan 6.807 jiwa perempuan,” ucapnya. (MN-11)












