MADINA – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Panyabungan pada, Jumat (24/4/2026). Dalam kesempatan itu, DPRD memberikan sejumlah catatan, termasuk agar membenahi fasilitas dasar rumah sakit.
Diketahui, peninjauan ini dilakukan bertujuan untuk memastikan optimalisasi pelayanan serta kesiapan operasional berbagai alat kesehatan (alkes) mutakhir yang baru saja dimiliki rumah sakit tersebut.
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Dodi Martua, S.Pi, M.Si tersebut memberikan perhatian khusus pada fasilitas medis canggih hasil dukungan program Sihren dari Kementerian Kesehatan RI.
Adapun fasilitas unggulan yang ditinjau meliputi; Cathlab (Laboratorium Kateterisasi Jantung); CT Scan 64 Slice; Mammography (Deteksi dini kanker payudara).
“Kehadiran kami untuk memastikan alat kesehatan dari program Sihren ini benar-benar siap digunakan. Ini merupakan lompatan besar bagi pelayanan kesehatan di Madina,” kata Dodi Martua.
Dodi menilai keberadaan fasilitas modern ini merupakan indikator krusial dalam memperkuat posisi RSUD Panyabungan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), sekaligus berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Meski mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten di bawah kepemimpinan Bupati H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Pansus tetap memberikan catatan tegas terkait manajemen teknis rumah sakit.
Dodi menekankan bahwa kemajuan teknologi medis harus dibarengi dengan kenyamanan fasilitas dasar bagi pasien dan pengunjung.
Adapun yang diminta segera dibenahi, yakni ketersediaan air bersih yang stabil, kebersihan lingkungan rumah sakit, penataan area parkir, serta standarisasi kondisi kamar mandi.
Menanggapi tinjauan tersebut, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Rusli Pulungan, menjelaskan bahwa saat ini perangkat canggih tersebut tengah memasuki fase administrasi akhir.
“Saat ini kami sedang menyelesaikan proses perizinan dari BAPETEN serta verifikasi dari BPJS Kesehatan. Hal ini sangat penting agar layanan tersebut segera dapat diakses secara resmi oleh masyarakat, khususnya peserta JKN,” ungkap dr. Rusli.
Kunjungan kerja dalam rangka fungsi pengawasan legislatif ini turut dihadiri oleh jajaran anggota Pansus DPRD Madina, yaitu, Binsar Nasution, H. Zainuddin Nasution, Ardiansyah Nasution, Muhammad Rizky Habibi, Zubaidah Nasution, Salman, Edi Anwar, Ahmad Taufik Siregar, Awaluddin, Wildan, Ahmad Yusuf, Teguh W Hasahatan Nasution, Irham Syururi Nasution. (FAN)











