Tiktoker ‘MARTURI’ Bersama Bagas Budaya Berbagi Berkah di Bulan Suci Ramadan

MADINA – Konten kreator asal Mandailing Natal (Madina) yang akhir-akhir ini naik daun di platform media sosial Tiktok yakni ‘Marturi Official’ bersama ‘Bagas Budaya’ pada Selasa (18/03/2025) mengadakan agenda berbagi berkah bulan suci pada hari ke-18 ramadan 2025.

Selain berbagi takjil, kedua komunitas konten kreator yang saat ini aktif di platform Tiktok dan Instagram tersebut juga mengadakan acara hiburan oleh para personil Marturi dan Bagas Budaya berikut musikalisasi puisi oleh Fajar MJ yang berlokasi di simpang empat titi kuning Lintas timur, Dalan Lidang, Panyabungan.

Pantauan Mohganews, meski di tengah kondisi hujan gerimis semangat para personil serta antusias masyarakat tidak luntur pada kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16:00 WIB s/d pukul 18:00 WIB tersebut.

Ratusan bungkus takjil yang dibagikan terhadap masyarakat dan pengguna jalan diperoleh melalui donasi berbagai pihak, termasuk swadaya dari para personil. Hal itu disampaikan Syafrizal Rangkuti bersama Umar Batubara ketika diwawancarai Mohganews seusai kegiatan.

“Kita melaksanakan agenda berbagi takjil yang dimotori oleh Marturi Official dan Bagas Budaya bersama para pemerhati, sumber dana kita peroleh dari swadaya personil dan juga dari donasi yang kita peroleh pada live di platform Tiktok. Acara ini sebagai bentuk syukur kita terhadap progres yang kita peroleh dalam perjalanan karir Marturi dan Bagas Budaya yang Alhamdulillah mendapat respon positif di mata netizen dan masyarakat,” ungkap Syafrizal Rangkuti dan Umar Batubara selaku Manager Marturi Official dan owner Bagas Budaya.

Pada kesempatan itu, Syafrizal yang juga salah satu penulis buku “Biografi Ulama di Bumi Gordang Sambilan” itu menyampaikan pesan terhadap kawula muda di Mandailing Natal untuk berani berekspresi dan berkarya sesuai bidang dan keahlian masing-masing.

“Kadang kita terlalu takut berekspresi, entah itu karna gugup, takut diejek, atau mungkin takut tidak mendapat respon positif yang kemudian penjadi penghalang untuk berkarya. Pesan kami, keraguan yang seperti itu harus dihilangkan dan justru dijadikan motivasi untuk terus berkarya selagi masih dalam konteks dan koridor pada batas kewajaran, karena bagaimanapun kita harus tetap mengindahkan aturan hukum maupun kearifan lokal yang ada,” ucap pria lajang 26 tahun alumni Universitas PTIQ jurusan Komisi Penyiaran Islam itu.

Hal senada disampaikan Umar Batubara, yang mendirikan akun Bagas Budaya sejak 2022 silam.

Umar menambahkan, banyak masyarakat juga sebenarnya berbakat dalam bidang seni, khususnya seni budaya Mandailing Natal namun tidak berani tampil dan memvisualisasikan karya.

“Darah seni di Mandailing ini kuat dalam diri setiap orang, jika bisa mengekspresikan dalam karya, maka hal itu menjadi salah satu upaya melestarikan seni dan budaya Mandailing Natal,” sebut pria jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang yang belakangan aktif membuka pelatihan seni vokal, gitar dan piano dan alat musik tradisional tersebut.

Selanjutnya, Marturi Official bersama Bagas Budaya juga masih menargetkan agenda kolaborasi lanjutan, yakni bakti sosial berupa konser amal yang nanti hasilnya akan disumbangkan kepada korban banjir di wilayah Tapanuli Selatan dan Padangsidempuan yang terjadi beberapa hari lalu.

“Insha Allah akan ada agenda konser amal untuk saudara kita yang terkena musibah banjir, ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kita yang merasa turut berduka atas musibah yersebut,” pungkas Umar Batubara.

Sebagai informasi, Marturi Official merupakan akun yang didirikan sejumlah pemuda dengan berbagai latar belakang yang berfokus pada konten sitkom dan parodi dengan beberapa lakon dan karakter termasuk di antaranya karakter ‘Umak Molkus, Bang Cacing dan Dilan Mandailing’.

Sedangkan Bagas Budaya merupakan akun kreator digital yang berfokus pada konten seputar seni dan budaya Mandailing Natal berupa aransemen lagu Mandailing, promosi alat musik tradisional seperti gondang topap, godang etek dan lain sebagainya. (SAN)