STOP JUDOL SELAMATKAN MASA DEPAN KELUARGA

JUDOL atau judi online salah satu perbuatan yang dilarang di dalam ajaran Islam. Judi online sama dengan judi biasanya, yang tujuannya adalah bertaruh. Hal ini telah dijelaskan di dalam Alqur’an Surah Al-Maidah ayat 90

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamr (minuman alkohol), maisir ( berjudi), berhala, dan mengundi nasib adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.”

Era digital membawa masyarakat pada kehidupan yang serba internet. Beranda media sosial yang setiap waktu menawarkan beragam produk termasuk aplikasi judi online, judi dengan modal uang elektronik.

Judi tidak pernah membawa keberuntungan. Sebaliknya, judi akan membawa petaka dalam setiap sendi kehidupan. Bisa saja hari ini kamu menang, tapi belum tentu besok dan lusa. Sehingga perbuatan tersebut jadi ketergantungan. Setiap waktu ada di lapak judi, tinggallah tanggung jawab sebagai suami dan sebagai orang tua. Juga tanggung jawab sebagai pelajar yg akan mengejar cita-cita kehidupan yg lebih baik di masa akan datang.

Seorang bapak yang sejak bangun pagi hingga tengah malam berada di lapak judi, tidak peduli lagi bagaimana tanggung jawab sama anaknya. Anaknya tidak terurus, lalu sang anak pun akan mencontoh kehidupan sang bapak. Si anak bisa saja melakukan perbuatan yang lebih jahat dari si bapak. Pada akhirnya sang istri/ibu tidak tahan lalu memilih kembali pada orang tuanya. Akibat judi rumah tangga jadi hancur.

Menghentikan judi adalah langkah penting untuk melindungi diri, keluarga, dan masa depan. Judi, apalagi yang bersifat online sering kali menimbulkan kerugian finansial, masalah keluarga, gangguan mental, dan dosa dalam pandangan agama.

Berikut beberapa langkah untuk menghentikan kebiasaan berjudi:

  1. Tingkatkan Iman dan Takwa

Keimanan dan ketakwaan akan dapat menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Mengubah prilaku dan kebiasaan sehari-hari, termasuk pergaulan.

  1. Sadari Dampaknya

Renungkan kerugian yang sudah terjadi — baik secara ekonomi, waktu, maupun hubungan sosial.

  1. Batasi Akses ke Platform Judi

Blokir situs, aplikasi, atau akun yang biasa digunakan untuk berjudi. Ubah kebiasaan digital, lalu menyeriusi pekerjaan pokok kita sehari-hari.

  1. Alihkan Energi ke Hal Positif

Yaitu memulai aktivitas produktif seperti: Olahraga, bekerja atau belajar keterampilan baru, dan kegiatan bermanfaat lainnya.

  1. Kelola Keuangan dengan Bijak

Jangan pegang uang dalam jumlah besar jika itu memicu keinginan berjudi. Buat anggaran ketat dan awasi pemasukan-pengeluaran.

Maka karena itu, sebelum segalanya hancur, mari sama-sama kita nyatakan dan tegaskan untuk BERHENTI BERJUDI, semoga kita dan keluarga kita mendapat hidayah dan keberkahan hidup dari Allah SWT.

Nur Hasanah, S.Sos.I
Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Mandailing Natal