MADINA – Ratusan warga Perumahan Cemara Madina Sibarea menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin, Kamis (27/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.30 WIB tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi dan kepedulian sosial antarwarga.
Sejak sebelum acara dimulai, warga dari berbagai lingkungan di Perumahan Cemara Madina tampak berdatangan dan memenuhi Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya jamaah yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Peringatan Maulid tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang sejarah dan keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang relevan dengan persoalan kehidupan masyarakat saat ini.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin, H. Imran Nawawi, dalam sambutannya mengajak seluruh warga menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperbaiki akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan melalui tindakan nyata, termasuk menjauhi berbagai perbuatan yang dapat merusak diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. “Maulid Nabi jangan hanya kita jadikan sebagai kegiatan seremonial. Kecintaan kepada Rasulullah harus kita wujudkan dengan meneladani akhlak beliau dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh agama,” ujar H. Imran Nawawi.
Dalam sambutannya, H. Imran Nawawi juga memberikan perhatian khusus terhadap fenomena judi online yang semakin mudah diakses melalui telepon pintar. Ia mengingatkan jamaah bahwa judi online bukan sekadar persoalan kehilangan uang, tetapi dapat berkembang menjadi persoalan keluarga, sosial, moral, bahkan ekonomi. “Judi online ini sangat berbahaya. Awalnya mungkin hanya mencoba karena penasaran atau ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat. Tetapi ketika sudah menjadi kebiasaan, seseorang bisa kehilangan kendali, menghabiskan penghasilan, berutang, bahkan merusak keharmonisan rumah tangga,” tegasnya. Ia mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anggota keluarga, terutama anak-anak dan generasi muda, agar tidak terjerumus dalam aktivitas tersebut.
Sementara itu, Kepala Dusun Perumahan Cemara Madina Sibarea, Afrizal Nasution, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat dalam mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki arti penting dalam membangun kebersamaan sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan edukasi mengenai berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. “Kita tentu bersyukur melihat ratusan warga hadir malam ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih memiliki semangat yang kuat untuk menjaga kehidupan keagamaan dan kebersamaan di lingkungan kita,” ungkap Afrizal.
Afrizal Nasution juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda, termasuk judi online. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal produktif dan edukatif, bukan untuk aktivitas yang merugikan.
“Jangan sampai teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru menjadi pintu masuk bagi persoalan baru. Judi online harus kita cegah bersama karena dampaknya bukan hanya kepada orang yang bermain, tetapi juga kepada keluarga dan lingkungan,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat komunikasi antarwarga serta segera memberikan perhatian apabila menemukan anggota keluarga atau lingkungan yang mulai terpapar aktivitas judi online.
Pesan tentang bahaya judi online tersebut sejalan dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW yang mengajarkan umat untuk menjaga harta, keluarga, akhlak, dan kehidupan sosial. Dalam perspektif Islam, perjudian (maisir) merupakan perbuatan yang dilarang karena dapat menimbulkan permusuhan, melalaikan manusia dari mengingat Allah, serta mendorong perilaku mencari keuntungan dengan cara yang tidak dibenarkan. Karena itu, momentum Maulid Nabi diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan dan perilaku destruktif yang berkembang di era digital.
Ustadz penceramah, Ustaz. H. Muhammad Amin Rangkuti, S.Pd., dalam tausiyahnya mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat keteladanan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak terjebak dalam berbagai bentuk kemaksiatan di era digital, khususnya judi online yang dapat merusak ekonomi, keharmonisan keluarga, dan masa depan generasi muda. “Judi online bukan jalan untuk mencari rezeki, tetapi jalan yang dapat menjerumuskan kita kepada kerugian dan kehancuran. Jangan sampai uang yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga justru habis karena mengejar kemenangan yang tidak pernah pasti. Mari kita jaga diri, keluarga, dan anak-anak kita dari judi online serta gunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat,” tegas Ust. H. Muhammad Amin Rangkuti.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Madinatul Mukhlisin akhirnya menjadi momentum spiritual sekaligus sosial bagi ratusan warga Perumahan Cemara Madina Sibarea. Selain mendengarkan tausiah dan mengenang perjalanan serta akhlak Rasulullah SAW, masyarakat mendapatkan pesan penting mengenai perlunya menjaga keluarga, harta, dan masa depan generasi muda dari ancaman judi online. “Mari kita jadikan masjid sebagai tempat membangun masyarakat yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga mampu menjaga keluarga, menjaga lingkungan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Semangat Maulid diharapkan terus hidup dalam keseharian warga melalui akhlak, kepedulian, dan kebersamaan. (Rel)












