MADINA – Dua perusahaan raksasa bergerak di perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah Pantai Barat, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum merespons permintaan bantuan sembako dari Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat, untuk diberikan kepada korban banjir yang diungsikan.
Hal ini terungkap atas laporan dari Kapolsek Muara Batang Gadis Iptu Akmaluddin, SH MH, pada Kamis (27/11/2025), malam. Kedua perusahaan itu, yakni PT. Rendi dan PT. MAL.
Dalam laporannya, Akmal menyampaikan pihaknya bersama pemerintah kecamatan telah bertemu dengan Kepala Desa Singkuang 1 untuk melakukan pengecekan lokasi banjir di wilayah Trans Singkuang yang merupakan anak desa dari Singkuang 1. Tim tersebut bergerak menggunakan perahu robin atau sampan.
Setelah tiba di Trans Singkuang, rombongan Kapolsek tersebut meminta kepada seluruh warga untuk meninggalkan rumahnya dan bertolak ke lokasi pengungsian yang telah ditentukan.
Akmal menyampaikan, jumlah pengungsi di kawasan Singkuang sebanyak 650 orang yang terhimpun pada 130 unit rumah terdampak banjir. Lokasi pengungsian berada di tiga lokasi, yakni Aula Alpard di Desa Singkuang 1, RT 06 Dusun Sitenggang dan SDN 394 Trans Singkuang.
“Setelah selesai melakukan imbauan untuk mengungsi dan pengecekan banjir, kita langsung bertolak ke PT. Rendi dan PT. MAL untuk kepentingan permohonan bantuan bagi pengungsi itu,” kata dia.
Lebih lanjut, Akmal mengaku pihaknya di PT. Rendi bertemu dengan Manager. Sedangkan di PT. MAL hanya bertemu dengan Askep karana Manager tidak berada di perkebunan itu.
“Untuk kedua PT tersebut sampai dengan saat ini belum memberikan kontribusi dikarenakan pihak PT. Rendi minta proposal dari Forkopimcam. Sedangkan PT. MAL tidak berjumpa dengan Manager,” ungkapnya.
Untuk saat ini, Forkopimcam Muara Batang Gadis sedang berupaya mencari bantuan berupa sembako untuk disalurkan kepada seluruh masyarakat yang diungsikan di wilayah tersebut. (FAN)












