Hari Selasa pekan lalu, saya bersama teman-teman pengurus PWI Kabupaten Madina melakukan kunjungan silaturahmi dengan Pak Saipullah Nasution, Bupati Madina.
Ini kunjungan pertama setelah pasangan SAHATA (Saipullah-Atika) dilantik bulan Ramadan yang lalu, tepatnya tanggal 24 Maret 2025. Pada kesempatan ini saya mengenalkan pengurus PWI periode 2022-2025. Juga mengenalkan program PWI secara umum, termasuk kerja sama dengan Pemkab Madina mengadakan Uji Kompetensi Wartawan.
Di sisi lain, pak bupati juga menyampaikan sejumlah program yang sedang on the track. Seperti BUMD, penuntasan jalan yang sudah diusulkan ke pusat sebesar Rp 250an miliar, sanitasi atau fasilitas air bersih dan MCK sebagai salah satu indikator peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, karena sanitasi yg buruk berdampak pada kesehatan manusia, beragam penyakit mudah terjangkit. Saipullah juga menyampaikan ia sudah menjalin komunikasi dgn koleganya di Jakarta yang masih menduduki jabatan penting di pemerintahan atau kementerian. Komunikasi bukan sekedar menanya kabar saja, melainkan menanyakan kue pembangunan yang bisa dibawa ke Madina. Ini sinyal bagus untuk pembangunan daerah.
Teknokrat ulung ini juga berbicara program alihfungsi tanaman karet menjadi tanaman sawit bagi masyarakat petani yang bersedia, hal ini sejalan dengan program Kementerian Kehutanan RI yang akan membuka hutan seluas 20 juta Ha untuk pengembangan tanaman pangan, energi dan air. Apabila Madina mendapat kuota maka akan terbuka lahan baru bagi masyarakat yang dapat dikerjasamakan dengan perusahaan semacam plasma. Di samping pengusaha sawit saat ini sedang melakukan replanting. Selain itu, tahun ini ada juga program bedah rumah bagi masyarakat Mandailing Natal.
Kami juga membicarakan program yang bisa dikerjasamakan ke depan. Saya bilang, peran pers sangat penting dalam mengawal program dan kinerja pemerintahan agar dapat berjalan dengan baik, karena out-putnya adalah kesejahteraan masyarakat. Saya beritahukan juga bahwa PWI sudah dua kali melakukan UKW, dan hari ini wartawan yang mengantongi sertifikat kompetensi dari Dewan Pers di Kabupaten Madina sudah lebih 40 orang, empat orang di antaranya sudah jenjang Madya, selebihnya Wartawan Muda. Saya tawarkan kepada pak bupati untuk membuat program bersama yaitu pertemuan rutin antara kepala daerah dengan pers sekali dalam sebulan. Sehingga apa yang dilakukan dan direncanakan pemerintah dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui media massa.
Pak Saipullah setuju dengan ide itu. Pak Bupati juga mengapresiasi bahwa di Madina sudah lebih 40 orang wartawan bersertifikasi. Ia membenarkan bahwa peran pers selalu ditunggu dalam mengawal pemerintahan. Namun, Pak Saipullah mengingatkan agar setiap pemberitaan yang disampaikan di ruang publik dipastikan sudah terkonfirmasi dan dilakukan secara berimbang, agar masyarakat tidak mengonsumsi disinformasi atau informasi yang menyesatkan.
Terima kasih atas diskusinya, Pak Bupati. Semoga ada lagi pertemuan selanjutnya, apalagi ditemani dengan kopi Mandailing, pasti diskusnya makin hangat.
MUHAMMAD RIDWAN LUBIS, S.Pd.I
Ketua PWI Mandailing Natal






