Pemuda Muhammadiyah Sumut Kesal Tambang Ilegal Madina Dibiarkan

MohgaNews|Panyabungan – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Utara (Sumut) Amrizal MPd merasa prihatin dan menyesalkan terjadinya kerusakan alam dengan adanya tambang illegal di beberapa titik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) khususnya di aliran sungai Batang Natal

Hal itu disampaikan Amrizal dalam sambutannya pada saat pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Madina, Senin (20/10/2020) di aula hotel D’san Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan.

Hadir Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Pjs Bupati Madina Dahler Lubis diwakili asisten administrasi Setdakab Drs Sahnan Batubara beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina

Amrizal yang merupakan putra asli pantai barat Madina itu meminta pemerintah daerah dan institusi Polri agar melakukan tindakan tegas dan segera menertibkan tambang emas ilegal yang sudah nyata merusak alam dan aliran sungai Batang Natal.

“Saya lahir dan besar di Madina. Saya putra asli Natal, dulu kami setiap hari mandi dan bermain di aliran sungai, tapi sekarang sudah berubah wujud jadi penambangan emas, itupun illegal.

“Kiranya ini jadi perhatian pemerintah daerah dan bertepatan Ketua DPRD Madina di sini. Kami mohon tambang Ilegal agar segera ditertibkan, karena tambang emas berdampak buruk bagi kelangsungan kehidupan masyarakat kita di masa akan datang. Kami minta ketegasan pemerintah, jangan ada sandiwara, kasian generasi penerus nanti, mereka yang jadi korban,” katanya

“Tanpa ada alasan apapun, kita mendukung tambang tersebut ditutup. Kalau tetap dilanjutkan tentu harus punya izin yang benar. Perusahaan yang tidak punya izin di wilayah pantai barat harus ditindak, jangan nanti kita dengar ada stabil. Kapan mau tertib kalau dilindungi,” tegasnya

Amrizal mengatakan masih ada cara lain untuk pengalihan usaha bila misalnya tambang emas illegal itu ditutup.

“Memang dampak tambang atau perkebunan di sana banyak masyarakat yang terbantu, namun kita lihat kebanyakan orang luar Madina yang meraup untung disana, jadi, yang meninggalkan bekas kepada masyarakat adalah kerusakan lingkungan. Dulu saya mandi sambil berenang di Sungai Batang Natal, airnya jernih dan ikan masih banyak. Jika kita lihat sekarang jangankan mandi, ikan pun tak hidup lagi akibat limbah tambang.

Saat disinggung wartawan soal pelaporan melalui organisasi PWPM Sumut, ia mengatakan dalam waktu dekat akan membuat laporan tertulis ke Polda Sumut.

“Belum, tapi kami akan buat laporan resmi ke Polda Sumut, kerusakan alam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja,” pungkasnya. (MN-08)