MADINA, Mohga – “mambasu danon”, istilah ini dikenal luas masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Suatu tradisi atau kebiasaan yang dikerjakan warga setiap pelaksanaan pesta nikahan atau pesta besar sejenisnya.
Mambasu danon adalah mencuci beras. Sebelum memasuki hari pelaksanaan pesta, ibu-ibu kalangan kerabat yang punya pesta beserta tetangga akan mengerjakan mambasu danon ini. Kadan pekerjaan ibu-ibu ini dibantu anak gadis kampung. Beras yang sudah disiapkan pemilik pesta akan dibawa ke sungai untuk dicuci atau dibersihkan. Beras itu dibungkus goni atau karung lalu ibu-ibu itu juga membawa ‘tapisan’ (alat penyaring beras saat dicuci). Dengan tujuan nasi yang dimakan tamu undangan nantinya bersih dan putih. Pemilik pesta hanya perlu menyiapkan armada pengangkutan. Biasanya menggunakan kendaraan pick up berumur tua, atau yang biasa digunakan mengangkut pasir maupun hasil bumi dari areal pertanian.
Untuk wilayah Panyabungan bagian timur Kabupaten Madina, sungai Pintu Air atau sungai Aek Pohon selalu yang dituju. Sungai ini tergolong ramai dikunjungi warga, pun sekedar mandi atau menghabiskan waktu libur. Sebab pemandangan di sana cukup elok karena dihimpit pegunungan yang rimbun.
Hari ini saja, Selasa (2/5/2023) saat Mohganews berkunjung ke sungai Pintu Air, ada dua kelompok ibu-ibu yang sedang mengerjakan mambasu danon. Mereka datang dari Kelurahan Panyabungan II.
Sri Aprida Yanti, wanita berkerudung yang sedang asyik membersihkan beras mengatakan besok ada yang pesta tetangga rumahnya di Panyabungan II.
Mambasu danon ini katanya sudah kebiasaan dari dahulu. Pemilik pesta biasanya menyediakan makanan ringan yang dimasak sendiri untuk bekal selama mencuci beras atau mambasu danon di sungai.
“Dari zaman dulu ini sudah kebiasaan. Pas kita yang punya pesta tetanggalah yang mengerjakannya. Ini tetangga kita yang pesta, gantianlah kita yang mengerjakannya. Lagian sekalian bawa anak-anak mandi di sini,” katanya.
Sungai Pintu Air ini tergolong bersih airnya. Masyarakat menggunakannya untuk berbagai keperluan, termasuk mencuci kendaraan dikala sore hari. Ada beberapa titik pemandian di bantaran sungai Pintu Air. Dan disetiap titik pemandian sudah ada warga yang menyediakan pondok dan warung yang menyediakan makanan dan minuman. Terlebih liburan hari raya idul fitri, sungai ini pastinya selalu ramai tiap hari.
“Siapa lagi yang tidak kenal sungai Pintu Air, mulai dari dulu begini saja enggak ada perubahan. Air sungai yang bersih, jernih dan tidak membahayakan bagi anak-anak yang mau mandi,” ujar Dahrin Nasution, pemilik salah satu warung dan pondok peristirahatan di sungai Pintu Air kepada wartawan. (MN-08)











