MADINA – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, menegaskan bahwa budaya harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah demi menjaga identitas serta kearifan lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia membuka secara resmi Pagelaran Seni dan Budaya Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing di Kelurahan Pidoli Dolok, Panyabungan, Senin (10/8/2026).
Kegiatan ini digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, sekaligus sebagai langkah nyata menghidupkan dan mengembangkan seni budaya asli Mandailing.
“Budaya harus menjadi fondasi dalam usaha membangun masa depan. Bahasa, adat istiadat, hingga nilai-nilai gotong royong merupakan identitas yang wajib kita jaga dan wariskan,” kata Ny. Yupri.
Menurutnya, pagelaran budaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian dan pengenalan warisan leluhur kepada generasi muda, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Dengan kegiatan seperti ini, kita harus mengembalikan pesona dan eksotisme Mandailing yang dikenal dengan nilai agama dan adat budaya yang tinggi. Saya berharap masyarakat terus konsisten melestarikan budaya lokal,” tambahnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk berlomba dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, serta mempererat tali persaudaraan sesama warga Madina.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Tambat Parmohonan, mengapresiasi peran aktif pemuda-pemudi daerah (Naposo dan Nauli Bulung) yang turut menyukseskan gelaran festival ini, sekaligus memberikan semangat bertanding kepada para peserta. (FAN)











