MADINA, Mohga – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal (Madina) mengadakan basic training of leader atau pelatihan dasar kepemimpinan, bertempat di aula madrasah, Kamis (23/2/2023)
Kegiatan ini diikuti 47 orang siswa-siswi MAN dari semua organisasi intra sekolah, seperti OSIM, palang merah madrasah, usaha kesehatan sekolah, penggerak pramuka, dan satuan unit lainnya. Sedangkan pematerinya meliputi perwakilan dari TNI, Polri, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madina, Muhammad Ridwan Lubis.
Kepala MAN 1 Madina Salbiah SAg MM kepada wartawan mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan guna menanamkan jiwa kepemimpinan yang lebih matang kepada para siswa-siswi, selanjutnya diharapkan bisa diterapkan di dalam pengelompokan organisasi intra madrasah.
“Kita mengundang perwakilan dari TNI, Polri, dan Pers, dalam hal ini ketua PWI Madina. Kita berharap dari sejumlah materi yang ada, para siswa kita lebih matang dan menambah wawasan mereka dalam menatakelola organisasi
“Sehingga wawasan pengetahuan yang mereka peroleh hari ini bisa mereka terapkan dalam lingkungan dan siswa lainnya. Peserta ini utusan dari semua unit organisasi intra sekolah yang ada di MAN 1 Madina. Selain menambah wawasan kegiatan ini juga kita harap bisa menguatkan mental dan melatih bakat mereka terkhusus bagi kelas XII yang tidak lama lagi akan tamat dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kita berharap kelak mereka menjadi generasi mandiri, kreatif, inovatif dan berwawasan kebangsaan yang baik,” ungkap Salbiah
Ridwan Lubis, salah satu pemateri pelatihan dasar kepemimpinan ini mengapresiasi kegiatan yang dilakukan MAN 1 Madina
“Ini kegiatan yang sangat positif dan berguna bagi para siswa dalam menatakelola organisasi,
“Selama kegiatan para siswa sangat aktif, dan beberapa kali terjadi diskusi dan adu argumentasi. Ini hasil yang positif sehingga kita harapkan di masa depan mereka bisa jadi pemimpin yang punya wawasan pengetahuan luas dari berbagai bidang pengetahuan,” kata Ridwan.
Ia berharap sekolah maupun madrasah tingkat atas lainnya yang ada di Kabupaten Madina dapat membuat kegiatan ekstra kurikulum yang dapat mengasah dan membina bakat serta kemampuan siswa.
“Karena pendidikan itu bukan hanya bicara soal transfer ilmu pengetahuan. Namun para peserta didik perlu dibimbing, dibina, dan dikembangkan bakat mereka. Dan mereka juga perlu kita siapkan wawasan pengelolaan organisasi yang baik sehingga paham makna kerja dama dan arti tanggungjawab,” ujar Ridwan. (MN-08)










