Kunjungan 2 Menteri Jokowi ke Madina jadi Polemik, Begini Respon Sukhairi Nasution

PANYABUNGAN, – kunjungan dua menteri kabinet Indonesia Bersatu yaitu Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sempat menuai kritikan dari masyarakat dikarenakan tidak ada kehadiran unsur From Koordinasi Pimpinan Daerah atau Muspida di Kabupaten Madina

Diketahui, kunjungan dua menteri tersebut ke pesantren Musthafawiyah memberikan bantuan uang tunai untuk Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 500 juta sekaligus ziarah ke makam pendiri pesantren tertua di Sumatera Utara itu

Menanggapi kritikan karena tidak ada Muspida yang hadir, Wakil Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution meminta masyarakat memahami situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskan penerapan protokol kesehatan dengan ketat.

“Perlu kami sampaikan kita (Muspida) tidak hadir mendampingi kunjungan bapak Menteri dikarenakan situasi pandemi. Jadi ini tidak usah dipersoalkan, kami meminta masyarakat semua memahami situasi ini,” kata Sukhairi

Di sisi lain, Sukhairi berharap kiranya menteri BUMN dan Menteri Perdagangan bersedia kembali berkunjung ke Kabupaten Madina pada waktu lain

“Kita tentunya berharap pak Menteri BUMN dan Menteri Perdagangan masih berkenan kembali datang ke Madina dengan situasi yang berbeda. Mari kita doakan pandemi Covid-19 ini segera berakhir agar semuanya dapat normal kembali,” ujar Sukhairi, Bupati Madina terpilih pada Pilkada 2020 ini.

Kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ke pesantren Musthafawiyah Purba Baru Mandailing Natal

Dapat diketahui, kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi ke pesantren Musthafawiyah Purba Baru tidak dihadiri unsur Muspida di Kabupaten Madina, termasuk pemerintah daerah tidak ada yang hadir.

Hal ini mendapat perhatian dari masyarakat karena tujuan kunjungan ini juga luput dari pemberitaan media lokal

“Masyarakat tentunya bertanya kenapa bisa demikian. Tamu sekelas pemerintah pusat tapi tidak didampingi Pemerintah daerah, dan di media massa pun kita tidak dapat informasi penyebabnya. Namun begitu pun kita harus berpikiran positif, bisa saja karena situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskan ada pembatasan, apalagi di dalam rombongan itu sudah ada mendampingi pemerintah provinsi yaitu bapak Wakil Gubernur Sumut,” kata Sekretaris DPD KNPI Madina, Khairil Amri kepada MohgaNews, Sabtu malam (26/6/2021). (MN-01)