MADINA, Mohga – Abu Kosim (91) korban kebakaran yang terjadi di Desa Kumpulan Setia, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kini masih di rawat di RSUD Panyabungan.
Nenek Kosim saat ditemui di ruang rawat inap RSUD Panyabungan terlihat masih lemah dan belum bisa bergerak dengan bebas karena luka bakar pada kedua kaki, kedua tangan dan bagian atas kening masih basah dibalut perban.
Anak kandung Abu Kosim bernama Ahmad Dusuki Nasution (46) mengaku sudah dua hari dua malam menginap di RSUD Panyabungan menjaga sang ayah. Penanganan medis yang mereka terima, kata dia, sampai saat ini sangat baik dan nyaman.
Pasalnya, pihak Pemerintah Kecamatan Hutabargot terus melakukan pemantauan ke RSUD Panyabungan. Begitu juga pihak Baznas Kabupaten yang amat peduli dengan kondisi kesehatan Abu Kosim.
“Selama di sini Alhamdulillah nyaman dan terlayani dengan baik oleh pihak medis. Pak Camat Miswar Husin juga tiap hari datang, Baznas juga sudah berkunjung ke sini,” katanya, Selasa (28/2/2023).
Ahmad Dusuki mengaku biaya pengobatan ayahnya tersebut ditanggung oleh pemerintah daerah melalui berbagai kebijakan yang ada termasuk program Baznas dan rencananya akan diusulkan ke Progam Simanjanone.
“Ada yang bilang tenang saja soal biasa pengobatan. Saya harap kami jangan dibiarkan di sini, kami minta tolong. Berbagai macam berkas kesehatan seperti BPJS ayah saya ini sudah habis terbakar api,” jelasnya.
Dia bercerita, kronologis peristiwa kebakaran yang menimpa ayah dan ibunya tersebut. Jarak antara rumah Dusuki dan ayahnya sekitar 50 meter berjarak dengan warga kebun.
“Pas kejadian itu, ayah dan ibu berada di dalam rumah. Kan, kejadiannya tengah malam, pas waktu tidur. Soal penyebab, belum saya ketahui, intinya di dalam rumah tidak menggunakan obat anti nyamuk, ayah menggunakan kelambu,” ungkapnya.
Sementara kondisi ibunya bernama Maidah (60) saat ini sudah mulai membaik. Maidah mengalami luka bakar pada bagian pipi sebelah kanan. Namun, kondisi tersebut tidak sempat dirujuk ke RSUD Panyabungan mengingat pihak Puskesmas Hutabargot masih bisa menangani.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa kebakaran hebat terjadi di Desa Kumpulan Setia pada Senin dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Akibat peristiwa itu, 4 rumah milik warga dan 2 ruangan kelas MDA ludes terbakar.
Adapun pemilik rumah permanen dan semi permanen yang terbakar yakni milik Abdul Kosim (90), Rosna (65), M. Rizal (40) dan Marwan (30). Kerugian dalam kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 500 juta. (MN-08)











