MADINA, Mohga – keluarga Derliana Siregar (45) di Banjar Sibaguri Kelurahan Panyabungan III Kabupaten Madina mengungkap sejumlah kejanggalan meninggalnya dengan kondisi tak wajar, mayat Derliana ditemukan di selokan di Desa Simanondong Kecamatan Panyabungan Utara, Rabu pagi (27/7/2022)
Paridah (56) kakak kandung korban menceritakan, ia beserta beberapa kerabat lainnya baru saja pulang dari rumah sakit Bhayangkara Medan, turut mengikuti proses autopsi mayat almarhum
“Selama autopsi berlangsung kami tidak diizinkan masuk, tapi kami sempat tanyai dokternya, korban meninggal sekitar pukul 3.00 Wib, sedangkan warga menemukan mayatnya sekitar pukul 7.30 Wib. Ditemukan di dalam parit,” katanya
Paridah mengaku sempat melihat langsung beberapa bekas luka di tubuh almarhum Derliana, termasuk di bagian leher dan kepala pecah sebelah kiri dari belakang.
“Lehernya sudah biru-biru kayak bekas cekikan. Kemudian kepala bagian belakang pecah mengeluarkan darah mengalir ke leher. Kami tidak yakin ini kecelakaan, kami menduga dia korban pembunuhan. Jika kecelakaan, kenapa kawannya tidak menolong,“ ujarnya.
Sebelumnya, Kaurbin Ops Satuan reskrim Polres Madina, IPDA Bagus menyebut, penemuan mayat wanita akrab disapa Barendet belum bisa disimpulkan pembunuhan karena pihaknya masih bekerja melakukan penyelidikan pada perkara tersebut.
“Belum dapat disimpulkan (korban pembunuhan). Kami masih bekerja sembari menunggu hasil autopsi. Biasanya hasilnya ke luar dua pekan sejak dilakukan,“ ungkapnya.
kata Bagus, penyidik telah memeriksa 14 orang saksi dan mengamankan 1 unit sepeda motor milik S. S diduga rekan Korban paling terakhir.
“informasi sementara S adalah orang yang paling terakhir bersama korban, kita dalami dulu,“ ujarnya. (MN-08)










