Mohganews|Madina – dua minggu jelang hari raya Idul Adha atau hari raya qurban, harga kebutuhan pokok masyarakat di pusat perbelanjaan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum mengalami lonjakan yang signifikan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Madina
Jhon Amriadi ketika diwawancarai Mohganews di ruang kerjanya, Kamis (16/7).
“Menurut data terakhir, hingga saat ini memang sudah ada beberapa bahan pangan yang mengalani kenaikan harga di kisaran angka Rp. 2000. Masih tergolong stabil, kita perkirakan lonjakan harga bahan pangan akan mencapai tahap serius pada H-3,” terangnya.
Adapun beberapa bahan yang mengalami perubahan harga yakni Gula pasir yang mengalami penurunan sebesar Rp 1.000 perkimo dari minggu lalu. Sementara bahan lain seperti cabe merah biasa, daging ayam broiler mengalami kenaikan yang sama yakni Rp 2.000 perkilo. Sedangkan untuk minyak goreng, tepung terigu, telur, cabe rawit dan lain lain harga masih belum mengalami perubahan dari minggu lalu.
“Bawang merah juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2 ribu dengan harga Rp 28 ribu perkilo, dimana pada awal bulan Mei sebelumya harganya sempat naik mencapai harga Rp 60 ribu perkilo dikarenakan ketidak tersediaan barang. Sedangkan untuk gula pasir mengalami penurunan harga sebesar Rp 1.000 perkilo,” Jelasnya lagi.
Ketika disinggung mengenai kiat-kiat pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan harga, Jhon menjelaskan bahwa jika diperlukan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan beberapa instansi.
“Kita tetap memantau harga di pasar setiap harinya. Dan jika diperlukan, kita akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi hal itu,” pungkasnya. (MN-13)










