MohgaNews|Madina – produsen keripik singkong di Banjar Kobun Kelurahan Panyabungan II Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal (Madina) membeli bahan dasar dari luar Kabupaten Madina.
Alasannya karena bahan dasar berupa ubi singkong dari luar Madina lebih bagus dibandingkan ubi singkon lokal
Sulaimah (46) salah satu produsen keripik merah putih di Banjar Kobun kepada MohgaNews, Jumat (17/7) mengatakan bahan yang mereka perlukan untuk pembuatan keripik merah putih adalah ubi singkong. Dan, bahan dasar mereka dapatkan kebanyakan dari luar Kabupaten Madina.

“Untuk bahan dasarnya adalah singkong, namun kami menampung dari luar Madina diantaranya dari Tarutung, Sipirok karena sudah cocok dan sudah berlangganan,
“Singkong dari Madina sangat beda dengan luar Madina, kalau dari Madina saat di goreng tidak terasa empuk dan tidak mengembang tapi kalau dari luar Madina kualitas kerupuk pun bagus, pelanggan pun sudah tahu kualitas kerupuk kita,” katanya
Sulaimah adalah salah satu pemilik pabrik kerupuk di Banjar Kobun, ia memulai usahanya ini mulai tahun 1990 dan terus bertahan sampai sekarang.
“Sudah 30 tahun lebih saya mulai usaha ini, Alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan, untuk proses pengolahan bahan dasar adalah singkong dan ditambah garam serta pewarna makanan,
“Cara memasaknya pun dengan cara di rebus dibungkus plastik, untuk kerupuk yang besar memakan waktu 8 jam dan untuk yang kecil 4 jam, setelah di rebus baru kita potong-potong lalu kita jemur di terik panas matahari menggunakan bantalan waktunya 5 jam,dalam satu hari bisa kita dua kali penjemuran jika cuacanya bagus,” jelasnya
mengenai penjualan, ia mengatakan harga 2 jenis kerupuk berbeda dan penjualan sampai saat ini masih stabil.
“Untuk harga kerupuk yang kecil, kita jual pertabung harganya Rp 9 ribu dipabrik, tapi di pasar kita jual Rp 10 ribu untuk kerupuk yang besar kita jual perbiji dengan harga Rp 600. Dan harganya juga masih normal,” pungkasnya. (M-11)






