ASWIN Parinduri, nama yang tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. Pengusaha beken bidang kontruksi ini tahun ini dipastikan melenggang ke DPRD Provinsi Sumatera Utara. Ia memuncaki perolehan suara caleg Partai Golkar DPRD Sumut Dapil VII. Di sisi lain partai ini juga diyakini banyak pihak mendapat perolehan tiga kursi karena partai golkar dapat suara terbanyak di Dapil Sumut VII mencapai 125 ribuan suara. Dapil Sumut VII ini meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan.
H. Aswin nama yang cukup populer di panggung politik khususnya di Kabupaten Mandailing Natal. Saat ini H. Aswin menduduki jabatan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madina. Ia menapaki berbagai jabatan di partai tersebut, mulai dari pimpinan ranting, pimpinan kecamatan hingga pimpinan DPD Kabupaten Madina. Dari dulu setia terhadap partai pohon beringin.
Kesuksesannya di dunia usaha seolah tidak seberuntung langkahnya di panggung politik. H. Aswin pada pilkada tahun 2010 yang lalu maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Drs Syarifuddin. Walaupun ia adalah kader Golkar, namun partai golkar memilih mengusung pasangan Arsyad Lubis dan Azwar Indra Nasution.
Pilkada 2010 debut pertama H. Aswin dalam kontestasi pemilihan kepala daerah. Ia harus bertarung dengan enam pasangan calon lainnya. Yang pada akhirnya pilkada tersebut dimenangkan pasangan Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution.
Lama tak muncul di panggung politik, H. Aswin kembali tampil pada pemilu legislagif tahun 2019. Saat itu ia maju sebagai calon anggota DPR RI Partai Golkar dapil Sumut II. Namun ia kalah suara dari Lamhot Sinaga.
Kegagalan menuju senayan tidak mematahkan semangat Aswin dalam kiprahnya di dunia politik. Dan pada pilkada 2020 Dahlan Hasan Nasution meminangnya sebagai calon wakil bupati. Pasangan Dahlan Hasan dan H. Aswin ini bertarung dengan pasangan Sukhairi Nasution-Atika Azmi Utami juga pasangan Sofwat Nasution-Zubeir Lubis. Walaupun pasangan Dahlan-Aswin memperoleh suara lebih unggul, tapi pasangan Sukhairi-Atika menggugatnya ke Mahkamah Konstitusi. Lalu hakim mahkamah memutuskan melakukan pemungutan suara ulang di beberapa TPS. Hasilnya pasangan Sukhairi-Atika ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati terpilih.
Kalah berkali-kali tidak menyurutkan niat H. Aswin memilih panggung politik sebagai wadah pengabdiannya kepada masyarakat. Pemilu 2024 ini membawa suasana yang berbeda baginya. H. Aswin menunjukkan bahwa kesungguhan dan kesabaran akan berbuah hasil pada waktu yang tepat. Ia berhasil memperoleh suara terbanyak dan memastikan kursi di DPRD Sumut. Tak tanggung-tanggung kemenangan tidak hanya padanya, namun putri kandungnya Indah Annisa juga memantapkan diri sebagai suara terbanyak dari keseluruhan caleg di Kabupaten Madina.
Indah Annisa, caleg DPRD Kabupaten Madina dapil 2 memperoleh 7.000an.
“Saya memilih jalan politik ini sebagai pengabdian. Karena politik adalah sebuah kekuatan, bisa berbuat lebih banyak untuk kemakmuran rakyat. Tabagsel khususnya Kabupaten Madina masih butuh banyak sentuhan pembangunan. Melalui jalur politik inilah kita bisa berbuat banyak mengubah nasib daerah kita. Membawa pembangunan yang lebih besar lagi,
“Kalah menang dalam kontestasi itu adalah hal biasa. Tapi konsistensi kita mengabdi untuk rakyat itu hal yang luar biasa. Itu adalah pengabdian,” ucap H. Aswin memberikan tanggapan atas hasil perolehan suara yang menempatkan dirinya sebagai pemuncak suara partai golkar DPRD Sumut dapil VII.
(Red)












