PGMI Prodi Paling Favorit di STAIN Madina

SAAT ini di kampus STAIN MADINA, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah atau dikenal PGMI menjadi salah satu program studi yang paling banyak diminati oleh beberapa calon mahasiswa STAIN Madina. Bahkan dari awal resminya PGMI menjadi program studi STAIN MADINA, sudah banyak peminat yang ingin mendaftar masuk menjadi mahasiswa PGMI.

Program studi PGMI telah memiliki izin operasional pada tanggal 23 juni 2022 dan sudah berdiri di kampus STAIN Madina selama empat tahun. Program studi PGMI selama tiga tahun berturut-turut mendominasi pendaftar terbanyak dibandingkan program studi yang lain. Pada tahun pertama program studi PGMI memiliki dua kelas, tahun kedua memiliki dua kelas, tahun ketiga memiliki empat kelas dan tahun ke empat memiliki empat kelas, terdiri dari 170 orang mahasiswa di program studi PGMI dan sudah ada 151 orang pendaftar dari UMPTKN. Di perkirakan pada tahun kelima ini akan ada 7 kelas yang akan ditambah dari jalur mandiri.

Parulian Siregar, M.Pd.I, selaku Ketua prodi PGMI mengatakan, tujuan dari program studi PGMI menjadi sarjana untuk menjadi guru SD yang berkualitas dan tujuan utamanya menjadikan para mahasiswa PGMI siap menjadi guru SD baik guru kelas maupun guru mata pelajaran. Beberapa waktu yang lalu program studi PGMI berhasil menjuarai perlombaan baik tingkat nasional, tingkat lokal dan menjuarai kompetisi di beberapa kampus lain, salah satunya kampus UIN Syahada Padangsidimpuan yaitu juara satu media pembelajaran, dan PKM juara umum ketiga. Di STAIN terdapat empat dosen yang studi S3 termasuk ketua prodi dari UIN Yogyakarta.

Ketua prodi menambahkan, terdapat keunggulan program studi PGMI yang diperkirakan PGMI mengalami kemajuan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, contohnya disetiap desa ada SD, maka kebutuhannya sangat besar.

Di program studi PGMI terdapat kode etik yang ketat yaitu menerapkan kedisiplinan mahasiswa mulai dari cara berpakaian mahasiswa, juga tidak diperbolehkan memiliki hubungan asmara.

“Salah satu penilaian adalah etika mahasiswa. Misalnya ada mahasiswa memakai pakaian tidak sopan maka bisa berdampak pada pemberian nilai. Begitu juga kalau ada prilaku mahasiswa yang kurang baik seperti menampakkan hubungan asmara di komplek kampus, dapat juga berdampak pada nilai,” ungkap ketua prodi.

Ia juga menjelaskan, dikarenakan PGMI orientasi guru kelas PGSD, maka karakter serta prilaku calon guru pun perlu dibentuk sekarang, kemudian aktif juga di berbagai organisasi termasuk ibtidaiyah.

Profesi yang bisa diambil dari lulusan PGMI yang paling utama yaitu guru SD dan MIN, kemudian peneliti, staf pada dinas pendidikan, illustrator dan lain lain.

PGMI dan PGSD memiliki perbedaan yaitu PGMI memiliki nilai plus yang lebih dari PGSD, dan terdapat muatan yang lebih tinggi dari PGSD seperti muatan keagamaan, sementara muatan umumnya sama dengan PGSD.

Penulis: Nur Prasanti, Puspita Sari, dan Riski Deliana (Mahasiswa program sarjana Prodi KPI STAIN Mandailing Natal)