MADINA – Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Partai Amanat Nasional, Irham Sururi meminta Pemerintah Kabupaten Madina tetap memprioritaskan pembangunan jembatan atau titi gantung Hutarimbaru Kotanopan yang menghubungkan masyarakat lima desa di wilayah itu.
Jembatan ini menghubungkan lima desa yakni; Desa Hutapadang, Hutarimbaru, Muara Potan, Simandolam dan Desa Gunungtua. Kondisinya rusak parah, lantai terbuat dari kayu dan papan lapuk. Belum ada korban jiwa, tetapi kondisi ini mengancam keselamatan warga meskipun ada perbaikan namun tetap masih mengkhawatirkan.
“Pembangunan jembatan ini sangat mendesak karena ini menyangkut keselamatan masyarakat lima desa. Anak sekolah tiap hari lewat dari situ, masyarakat yang mengangkut hasil bumi dan keperluan lain ke pusat pasar Kotanopan. Oleh karena itu kami meminta Pemkab Madina memprioritaskan pembangunan menjadi jembatan permanen tahun ini juga,” kata Irham
“Kami memahami kebijakan pemerintah tahun ini melakukan efisiensi anggaran, namun kami tetap berharap pembangunan jembatan ini dicarikan solusi agar tetap dibangun,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madina Elfi Yanti Harahap baru-baru ini menjelaskan instansi yang ia pimpin terdampak efisiensi anggaran sehingga program pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya dapat dipastikan akan ditunda.
“Akibat efisiensi anggaran secara serentak tahun ini, dinas PUPR Madina tidak lagi mendapatkan DAK sebesar Rp 3,1 miliar dan DAU sebesar Rp 67 miliar. Semua program yang bersumber dari anggaran tersebut ditunda pelaksanaannya. Akibatnya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan irigasi yang sebelumnya sudah final akan dilaksanakan tahun 2025 ini ditunda pelaksanaannya,” kata Elfi kepada Mohganews, Jumat (14/2/2025) lalu. (SDL/FAN)











