MADINA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mandailing Natal (Madina) angkat bicara tentang kegiatan rehabilitasi tanggul Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara.
Kegiatan program pengelolaan sumber daya air pada Dinas PUPR Madina ini dikerjakan sesuai tanggal kontak pada 24 November 2025 dengan pagu anggaran Rp149 juta lebih.
Ketua IMM Madina, Abdul Hadis, menyampaikan berdasarkan hasil investigasi dan kondisi di lapangan, Beronjong yang dibangun pada akhir tahun 2025 itu, kini sudah ambruk. Ia menilai kinerja Dinas PUPR Madina cukup buruk dalam hal tersebut.
“Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas perencanaan, material, dan pengawasan teknis dalam proyek infrastruktur yang dibiayai oleh uang negara,” kata dia, Senin (2/3/2026).
Abdul Hadis juga menilai Beronjong amburuk belum seumur jagung itu sebagai indikasi kuat proyek asal jadi. Menurutnya, pelaksanaan pembangunan ini lebih berorientasi pada penyelesaian administrasi dibandingkan kualitas dan keselamatan masyarakat.
“Ambruknya beronjong dalam waktu kurang dari satu atau dua bulan merupakan kegagalan serius yang tidak boleh dianggap sepele,” tegasnya.
Ketua IMM Madina meminta Bidang PSDA Dinas PUPR Madina segera melakukan evaluasi dan audit teknis menyeluruh terhadap proyek baronjong tersebut.
“Dan pertanggungjawaban kontraktor dan pihak pengawas atas kerusakan beronjong yang dalam waktu singkat,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Bidang PSDA Dinas PUPR Madina, Edi Erwin Lubis mengaku sudah mengetahui bangunan Bronjong amburuk di Desa Jambur Padang Matinggi.
Edi Erwin menyebut, pihak ketiga dalam pembangunan Bronjong itu sudah mereka hubungi dan berjanji memperbaiki kerusakan secepat mungkin.
“Proyek itu masih dalam tahap pemeliharaan selama enam bulan ke depan. Jadi, masih jadi tanggung jawab pemborong (pihak ketiga),” ungkap Kabid PSDA. (FAN)











