MADINA – Keharmonisan budaya antara etnis Minang dan Mandailing terpancar dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Acara puncak yang berlangsung di Alun-alun Panyabungan pada Sabtu (29/8/2026) malam tersebut sukses menyedot perhatian ribuan warga.
Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, hadir langsung bersama unsur Forkopimda dan pejabat teras Pemkab Madina. Dalam sambutannya, Atika menyoroti peran vital warga perantauan Minangkabau dalam menopang perekonomian daerah, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ekonomi di Madina bergerak salah satunya adalah dengan keberadaan pelaku UMKM yang kebanyakan merupakan saudara-saudara kami orang Minang,” kata Atika di hadapan ribuan pengunjung.
Atika menambahkan, falsafah Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung terintegrasi kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Minang di Madina. Akibatnya, akulturasi budaya terjalin sangat erat hingga menyatu dengan warga lokal.
“Sehingga dalam keseharian tak mampu lagi kami membedakan mana orang Minang, mana orang Mandailing,” tambahnya seraya berharap kebersamaan ini terus diwariskan kepada generasi penerus.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, yang memuji daya tahan serta kontribusi masyarakat Minang di berbagai bidang. Ia mengapresiasi perayaan ini sebagai sarana hiburan positif bagi warga Panyabungan dan sekitarnya.
Di sisi lain, Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy mengingatkan kembali rekam jejak rekam sejarah tokoh-tokoh asal Minangkabau dalam perjuangan bangsa, seperti Proklamator RI Mohammad Hatta.
Kemeriahan malam puncak HUT ke-10 IKM diisi dengan kolaborasi pertunjukan seni tradisional dari kedua daerah. Panggung Alun-alun Panyabungan menyuguhkan kesenian Sumatra Barat—seperti Randai, Tari Piring, dan Silek—yang dipadukan secara apik dengan kesenian khas Madina, meliputi Gordang Sambilan, Marturi, hingga Tari Kreasi Manduda Eme. (FAN)












