Harga BBM Bersubsidi Tingkat Pengecer di Madina Naik Drastis pada Masa Bencana Alam

MADINA – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sempat tersendat akibat peristiwa bencana alam melanda Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sejak 24 November 2025.

Akibat dari itu, BBM Bersubsidi sejenis Pertalite, Solar, mengalami kelengkaan. Pengecer pun ambil kesempatan dalam momen itu, yakni menjual BBM harga tinggi. Pertalite dijual Rp 25 ribu/liter, Solar 16 ribu/liter.

Rifki, warga Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, mengaku baru saja membeli Solar dari pengecer di Jalan Lingkar Timur, Panyabungan. Ia membeli 10 liter dengan harga Rp160 ribu.

“Solar ini pun stok yang lama-lama kata si penjual itu. Kalau dari SPBU belum dikasih ke pengecer. Ini saya beli Rp 16 ribu per liter,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Warga lainnya juga mengaku mengalami hal yang sama. Sejumlah warga pada Sabtu malam kemarin, mampu membeli Rp 25 ribu sampai Rp 40 ribu perliter BBM jenis Pertalite.

“Ada yang beli seliter 40 ribu, ada yang 25 ribu. Lihat aja di sini, banyak becak motor parkir akibat kelangkaan BBM di SPBU dan harga tinggi,” ungkap dia.

Kepala Dinas Perdagangan Drs. Parlin Lubis, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dalam memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Madina.

Parlin mengaku, BBM Bersubsidi untuk Madina yang sebelumnya dipasok dari Sibolga telah resmi dialihkan sementara dari Kota Dumai, Provinsi Riau, akibat bencana alam di Sibolga dan sekitarnya sehingga akses jalan terputus total.

“BBM Bersubsidi mulai tadi pagi sudah didistribusikan dari Dumai ke SPBU di Mandailing Natal,” ujarnya.

Parlin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mengkordinir pasokan BBM masuk ke Madina dari Dumai. (FAN)