MADINA – Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK, menyebut tim yang dibentuk sedang mengejar praktik bongkar-muat Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menjual harga tinggi di masa kelangkaan saat ini.
Kapolres Madina menyampaikan, pihaknya telah menemukan satu kendaraan angkutan kota (Angkot) yang viral di media sosial sedang bongkar BBM di lokasi antrean di Kecamatan Panyabungan.
Adapun angkot tersebut berwarna putih dengan nomor polisi kuning BB 1786 RA. Foto angkot tersebut telah ditandai dan fotonya disebar di setiap SPBU dengan tujuan agar tak dilayani dalam pengisian BBM.
“Tim sedang bergerak mencari praktik-praktik kegiatan bongkar muat BBM di wilayah Madina. Kita sibuk membuat tertib, yang mengambil kesempatan tetap ada,” kata dia, Kamis (4/12/2025).
Kapolres Madina mengimbau masyarakat agar membantu Polres Madina untuk menginformasikan secepatnya jika ada melihat praktik-praktik bongkar BBM.
“Becak motor kalau ada, fotoin juga. Kami juga bergerak,” tegas dia.
Dapat diketahui, BBM di wilayah Madina terjadi kelengkaan sejak peristiwa bencana alam di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Akibatnya, kilang Pertamina Patra Niaga Sibolga sebagai pemasok BBM ke wilayah ini terhambat akibat akses jalan yang lumpuh total.
Untuk mengatasi kelangkaan BBM, Pemda Madina telah berupaya agar Patra Niaga Sibolga mengalihkan distribusi dari kilang BBM di Kota Dumai, Provinsi Riau. Permohonan Pemda itu terkabul, disusul ada bantuan tambahan kuota dari kilang minyak di Provinsi Sumatera Barat.
Kelengkaan yang terjadi memunculkan masalah baru di tengah masyarakat. Harga BBM bersubsidi dari SPBU Rp 10 ribu per liter, dijual pengecer dengan harga tinggi mencapai Rp40 ribu per liter.
Mengingat sulitnya mendapatkan BBM akibat antrean panjang, banyak masyarakat mengalahkan uangnya untuk membeli BBM di tingkat pengecer, padahal kuota BBM di SPBU Madina sudah mulai normal.
Harga tinggi BBM di tingkat pengecer semakin menjadi-jadi. Para pengendara yang sebelumnya mengisi BBM untuk kebutuhan pribadi, kini tengah menjamur menjadi penjual BBM ketengan.
Pantauan di Jalan Lingkar Timur Panyabungan, banyak penjual BBM musiman muncul dengan harga tinggi di luar batas kewajaran. BBM yang dipajang hanya sedikit, yaitu 3 hingga 5 liter harga bervariasi mulai dari Rp25 ribu hingga Rp40 ribu jenis Pertalite, Rp18 ribu hingga Rp20 ribu jenis Solar, dan Rp40 hingga Rp 50 ribu jenis Pertamax dan Pertamax Turbo. (FAN)






