Menunaikan Haji adalah ibadah yang dimimpikan dan diinginkan oleh setiap Muslim,selain itu ibadah yang wajib hukumnya sesuai dalam rukun Islam yang ke lima, merujuk pada ayat Al -Qur’an sebagai berikut :
وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
Artinya: “Dan berserulah kepada manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (Q.S Al Hajj : 27)
Makna yang terkandung dalam ayat ini menurut penulis adalah Allah memerintahkan kepada umat Muslim untuk menunaikan Haji. Kendaraan untuk mencapai Makkah pada masa ini sangatlah modern dibandingkan jaman pada jaman Nabi.
Fenomena di Negara Indonesia adalah lamanya masa tunggu haji dari pemerintah, ada Haji regular menurut data Kemenag jumlah data pendaftar haji di Sumatera Utara mencapai angka 157.752 sementara jumlah perserta yang sudah mendaftar porsi Haji reguler adalah 7.815, data diakses pada 22 Mei 2024 pada website Kemenag.
Berikut adalah estimasi harga dan masa tunggu Haji di Indonesia :
- Haji Reguler ONH 50jt – 60jt, masa tunggu 15 – 30 th
- Haji Plus ONH 160 – 170jt, masa tunggu 5 – 9 Th
- Haji Furoda 230 – 350 jt, berangkat pada jadwal Haji yang sudah ditentukan ( langsung berangkat).
Data di atas dikonversikan dari beberapa sumber media dan travel. Lantas, mampukah menunaikan Haji pada usia muda ? Dari data dan ayat di atas penulis mempelajari bahwa kewajiban haji bukan hanya di peruntukkan kepada orang yang mampu melainkan kewajiban seluruh umat Islam, justru pada usia muda kesehatan fisik dan mental sangat cocok untuk menunaikan Haji, karena haji merupakan ibadah fisik dan spiritual serta harus memiliki kesehatan yang prima guna memenuhi rukun- rukun Haji.
Namun, yang menjadi polemik adalah harga Haji yang fantastis,sehingga anak muda jaman sekarang merasa tidak mampu,padahal seharusnya dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah dan travel yang resmi menjadikan pacuan agar lebih ikhtiar agar tidak berleha –leha dan tidak peduli karena mindset Haji dilakukan oleh orangtua yang memiliki usia lanjut.
Banyak pelajaran yang bias diambil hikmahnya dari kejadian orang yang berangkat Haji sebagai hadiah atau reward bahkan pekerjaan yang kadang tidak mampu untuk membiayai perjalanan haji dan lain sebagainya tetapi bisa berangkat menunaikan haji,ini adalah keajaiban dari Allah. Sebagaimana disebutkan pada Al – Qur’an surat Al- Mukmin ayat 60 yang artinya sebagai berikut :
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.
Pelajaran yang dapat dipahami dari ayat di atas menurut penulis adalah perwujudan seorang hamba yang meminta kepada Allah,maka akan dikabulkan sesuai dengan yang didoakan. Maka seorang hamba sepatutnya meluruskan dan meluaskan niat, berikhtiar maksimal serta total bergantung kepada Allah. Memiliki keyakinan yang kuat agar di segerakan memenuhi panggilan Allah untuk menunaikan Haji.
Penulis mendoakan agar pembaca Allah panggil segera memmenuhi undangan & menunaikan haji dalam waktu dekat.
Wallahua’lam bishawab.
Penulis: Safariyarti Saragih
Mahasiswi Pascasarjana, UIN Syahada Padangsidimpuan juga sebagai Entrepreneur











