MohgaNews|Madina – kondisi gedung belajar di Sekolah Dasar Negeri nomor 240 desa Bandar Panjang Tuo kecamatan Muara Sipongi kabupaten Mandailing Natal (Madina) cukup memprihatinkan. Sebab, bangunan fisik berupa dinding, plafon dan lantai gedung belajar sudah rusak parah, namun belum ada perbaikan.
Warga Muara Sipongi kepada MohgaNews, Kamis (9/5) menceritakan, kondisi bangunan fisik sekolah tersebut sudah cukup lama tidak diperbaiki, dan makin bertambah rusak.
“Sekolah ini sudah rusak parah, bahkan kami khawatir anak-anak kami yang sekolah disitu tertimpa plafon atau atap, harapan kami pemerintah segera memperbaikinya agar anak-anak bisa belajar lebih aman dan nyaman, karena rata-rata sekolah disini sudah lumayan bagus bangunannya,” sebut ibu Ruri (33) warga Muara Sipongi kepada wartawan.
Menurut informasi, SDN 240 Bandar Panjang Tuo ini mempunyai rombongan belajar sebanyak 5 ruangan. Tampak bangunan dindingnya masih terbuat dari papan dan kayu, kondisinya pun sudah lapuk dan rusak.
Sementara, pada bagian lantai terbuat dari beton, itu pun sudah rusak dan berlobang, begitu juga di bagian atap, lotengnya sudah jebol. Di sisi lain, mobiler pendukung proses belajar mengajar juga sudah banyak yang rusak. Kondisi tersebut sudah cukup menyulitkan bagi para murid mengikuti proses belajar mengajar di sekolah itu.
Jumlah guru di SDN 240 ini sebanyak 12 orang, dan jumlah murid sebanyak 80an orang.
Kepala dinas pendidikan Kabupaten Mandailing Natal, Jamilah SH yang dkonfirmasi lewat kepala seksi sarana/prasarana Abdi Putra Negara Pulungan MH membenarkan kondisi kerusakan SDN 240 itu.
Abdi menyebut, dinas pendidikan akan berupaya dan memprioritaskan pembangunan rehab sekolah agar lebih layak untuk melangsungkan proses belajar mengajar.
“bangunannya memang banyak yang rusak, kita upayakan tahun ini sekolah tersebut bisa dibangun dan diperbaiki. Itu sudah kita prioritaskan di tahun ini,” kata Abdi. (MN-01)









