Panyabungan| dukungan kepada Pemerintah agar kegiatan belajar mengajar tatap muka diberlakukan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menguat.
Wakil Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Nasution SH kepada MohgaNews, Senin (18/1/2021) di ruang kerjanya mengatakan, masyarakat Madina menginginkan kebijakan pemerintah soal sekolah tatap muka diberlakukan. Hal ini dikarenakan keresahan masyarakat terkhusus kalangan orang tua siswa yang kesulitan mengawasi anak-anak mereka
Erwin Efendi Nasution menyebut sekolah tatap muka perlu segera diberlakukan di Kabupaten Madina. Namun, pemerintah diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan
“Kita sangat mendukung sekolah tatap muka, dan masyarakat menginginkan itu. Hanya saja pemerintah daerah harus memperhatikan protokol kesehatan,
“Misalnya jam belajarnya diatur, dibuat beberapa ship, misalnya jam belajar satu ship tiga jam tanpa ada waktu istirahatnya lagi. Kemudian pembatasan jumlah siswa setiap ruangan. Guru dan siswa aktif memakai masker, siapkan saja sanksi bagi siswa yang melanggar protokol kesehatan sebagaimana aturan sekolah lainnya. Kan biasa itu siswa dihukum karena tidak menggunakan ikat pinggang, begitu juga dengan protokol kesehatan, apabila dilanggar siapkan sanksi atau hukuman,” ujar Erwin Nasution
Di sisi lain, Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Madina itu meminta satuan pendidikan dalam hal ini sekolah juga harus ketat melakukan strelisasi di lingkungan sekolah dan tidak melakukan kegiatan yang berkerumun
“Pihak sekolah harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan, sekolah tatap muka ini sangat dibutuhkan masyarakat, karena tidak ada jaminan kapan pandemi Covid-19 ini berakhir. Kita berharap Pemerintah memperhatikan ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan sekolah tatap muka di kabupaten itu.
Erwin menyebut, masyarakat sudah resah karena sekolah tatap muka masih tertunda sampai saat ini.
Dia berharap pemerintah melakukan evaluasi keputusan penundaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di kabupaten itu.
Sementara itu, dari data perkembangan penanganan COVID-19 Mandailing Natal, Minggu (17/1) jumlah orang terkonfirmasi tercatat 1 orang dan itupun merupakan pelaku perjalanan. Sedangkan yang tercatat suspek dan probable nihil dan kontak erat berjumlah 6 orang. (MN-02)












