MADINA, Mohga – dokter umum Puskesmas Sihepeng bernama dr Majidah yang ikut serta memeriksa kondisi orok bayi laki-laki yang ditemukan di parit Aek Tapus Desa Sihepeng I Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengungkap kondisi orok pasca dibawa ke Puskesmas.
Peristiwa menggemparkan warga Kecamatan Siabu ini terjadi pada Jum’at 17 Februari 2023 yang lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Penemu pertama orok tersebut adalah seorang perempuan warga Sihepeng di pemandian perempuan.
Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh dr Majidah mengaku bahwasanya orok bayi berumur 6 bulan dalam kandungan itu sudah dalam kondisi tak bernyawa. Kondisi bagian tubuh yang lengkap, bagian tali pusat sudah terputus. Namun ari-ari janin tak ikut ditemukan.
“Tali pusatnya sudah diputuskan, kemudian ari-ari tidak ditemukan menurut pengakuan seorang yang pertama kali menemukan,” katanya, Rabu (22/2/2023).
Menurutnya, kondisi janin bayi seperti itu dilahirkan secara paksaan mengingat bekas pemotongan tali pusat yang tidak rata seperti layaknya seseorang perempuan hamil pada saat melahirkan.
“Dipotong pakai apa kita tidak bisa dipastikan, namun sejauh yang kita lihat bekas pemotongan tali pusatnya tidak rata,” imbuhnya.
Dokter umur tersebut tidak bisa berbicara jauh tentang proses lahiran orok bayi laki-laki itu. Dia sedikit menerangkan, apabila kandungan belum cukup umur untuk lahiran, maka untuk melahirkan tidak bisa dilakukan secara spontan.
“Enggak bisa komentar soal ada bantuan atau tidak, pokoknya tidak spontanlah, tidak seperti biasanya begitu,” jelasnya.
Terkait pemeriksaan kesehatan fisik gadis di Sihepeng I, Majidah mengaku hingga saat ini masih berjalan. 23 orang gadis di desa itu sudah diperiksa kesehatan fisiknya.
“Sampai kemarin kalau tidak salah sudah ada 23 gadis yang kita periksa kesehatan dan fisiknya. Belum ada kecurigaan yang kita peroleh berdasarkan hasil pemeriksaan,” ujarnya.
Sampai hari ini, Puskesmas Sihepeng masih melakukan pemeriksaan terhadap para gadis di desa itu. Pihak Puskesmas selalu siap melakukan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (MN-08)






