Di Madina Dana BOS ‘Diperkosa’, Ican Siabu Banderol Rebana Rp 9 Juta

MADINA, Mohga – baru-baru ini sejumlah kepala sekolah dasar negeri di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluh bahkan merasa tertekan dengan adanya sekelompok orang yang seolah memaksa mereka membeli rebana seharga Rp 9 juta perpaket.

Salah satu kepala sekolah yang meminta identitasnya dirahasiakan menjelaskan, oknum tersebut menghubungi pihak sekolah untuk memasukkan orderan alat musik rebana dimasukkan ke dalam pembelanjaan dana BOS (bantuan operasional sekolah)

“Termasuk ke sekolah saya. Mereka bukan lagi menawarkan, tapi seolah kami yang dibuat mengorder rebana itu, hingga menekan kepala sekolah agar mau belanja rebana. Padahal masih banyak keperluan lain selain rebana. Dan harganya juga tidak masuk akal, dia banderol Rp juta, sedangkan harga standarnya hanya Rp 3 juta,” katanya kepada mohganews, Minggu (18/6/2023) di Panyabungan

“Saya tidak mengenal orangnya, tapi dia mengaku namanya Ican, dari Siabu,” pungkasnya.

Keluhan serupa juga dikeluhkan kepala sekolah yang lain bermarga Nasution.

“Ke sekolah kami juga sudah datang. Harganya Rp 9 juta, kami sudah cek harga ke aplikasi olshop (online) harganya tidak sampai segitu, di toko Panyabungan saja cuma Rp 3 juta. Sejauh ini kami belum mau tapi sebagian teman sesama kepala sekolah merasa tertekan juga,” keluhnya.

Mohganews mencoba menelusuri identitas oknum bernama ‘Ican Siabu’. Ditemukan informasi bahwa Ican Siabu ini diduga anak mantan anggota DPRD Madina.

Nomor kontak Ican Siabu yang dihubungi mohganews Minggu (18/6/2023) tidak bersedia memberikan keterangan.

“Nanti saja kita bicarakan, saya lagi di jalan menuju Bukit Tinggi,” kata Ican Siabu langsung mematikan telepon genggamnya. (MN-01/MN-08)