MADINA, Mohga – dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum bisa memastikan kapan pelantikan 492 guru yang lulus menduduki jabatan kepala sekolah pada tahapan seleksi uji kelayakan yang berlangsung pada November 2022 lalu.
Korwil I UPT Dinas Pendidikan Kabupaten Madina Darmawi Batubara S.Pd mengaku seluruh kepala sekolah di wilayah Kecamatan Panyabungan masih tetap menjadi kepala sekolah di satuan pendidikan sebelumnya sembari menunggu jadwal pelantikan
Namun, Darmawi menyebut beberapa kepala sekolah ada meminta dipindahkan ke satuan pendidikan lain.
“Mereka (Kepala Sekolah) masih aktif bertugas di tempat yang lama. Kami juga mengharapkan pelantikan secepatnya dilakukan agar penggunaan anggaran nantinya tidak menjadi masalah,” tuturnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Korwil III UPT Dinas Pendidikan wilayah Kecamatan Panyabungan Barat dan Hutabargot. Sampai saat ini korwil tersebut belum menerima surat untuk pelantikan kepala sekolah.
“Surat resmi (pelantikan) belum ada masuk, tapi informasi yang diperoleh di lapangan sudah banyak. Ada yang bilang akhir Desember 2022 dan awal Januari 2023, tapi sampai saat ini belum ada. Para guru sudah banyak menanyakan, saya hanya jawab sabar kita tunggu saja arahan dari Kabupaten,” ucap Abdul Rahim.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madina Dollar Siregar melalui Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Zulhamsyah mengatakan berkas pengusulan pelantikan kepala sekolah belum sempat dimasukkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengingat padatnya pengurusan admistrasi pada awal tahun 2023.
“Belum kita masukkan berkas pengusulan pelantikan ke BKD. Masih banyak administrasi yang harus didahulukan BKD, nanti pas sedikit longgar akan kita masukkan. Kita upayakan Januari ini pelantikan,” katanya, Selasa (10/1/2023).
Zulhamsyah menyebut dari 495 jumlah sekolah swasta dan negeri mulai tingkat PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Madina, terjadi kekurangan 3 orang kepala sekolah. Kekurangan kouta itu nantinya diambil kebijakan yakni penempatan pelaksanaan tugas (Plt) sampai uji kelayakan dilaksanakan kembali.
“492 guru layak menjadi kepala sekolah, sementara yang kita butuhkan itu 495 orang. Tentunya kekurangan itu akan diisi oleh Plt sampai uji kelayakan kita adakan kembali,” jelasnya.
Zulham menjelaskan, sebagai dari kepala sekolah terpilih tersebut sudah ditempatkan di satuan pendidikan meskipun pelantikan belum dilakukan. (MN-08)








