Cuaca Ekstrim, KNPI Madina Minta BPBD Tanggap Potensi Bencana

Mohganews|Madina – Dewan Perwakilan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten (Madina) meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina agar tetap siaga terkait potensi bencana mengingat derasnya curah hujan yang mengguyur Madina akhir-akhir ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris DPD KNPI Madina, Khairil Amri Nasution ketika bincang-bincang dengan Mohganews di Cafe Sada, Lintas Timur Panyabungan, Kamis (03/9/2020).

“Mengingat akhir-akhir ini curah hujan di Madina sangat intens, dikhawatirkan membawa potensi bencana yang menyebabkan kerugian, apakah itu banjir, longsor, pohon tumbang atau bencana alam lainnya. Untuk itu BPBD Madina harus tanggap terkait potensi bencana dan mempersiapkan langkah yang tepat untuk mengantisipasi jika terjadi hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Lanjut Khairil sapaan akrabnya, Pemkab Madina juga diharapkan melakulan langkah langkah pencegahan serta persiapan langkah penanganan bencana dalam menghadapi musim penghujan jelang akhir tahun ini.

“Hal ini kita sampaikan sebagai dukungan moril kepada Pemkab Madina khususnya BPBD Madina agar tetap siaga, mengingat kita biasanya akan menghadapi musim penghujan yang rawan bencana di akhir tahun,

“Lakukan langkah preventif untuk meminimalisir potensi bencana. Dan sosialisasikan langkah represif untuk memberikan pemahaman penanganan terhadap masyarakat. Koordinasi dengan Pemerintah tingkat Kecamatan hingga tingkat Desa juga sangat diperlukan mengingat merekalah yang paling mengerti tentang wilayah dan masyatakat masing masing,” terangnya lagi.

Terakhir, Khairil menghimbau agar masyarakat juga tetap waspada serta mau bersinergi dengan Pemerintah dalam meminimalisir potensi bencana alam tersebut.

“Kita juga menghimbau masyarakat agar waspada dan mau bekerja sama dengan Pemerintah. Bisa dimulai dengan langkah kecil seperti tidak membuang sampah ke aliran sungai agar tak menyebabkan penumpukan yang berujung meluapnya air sungai. Menghentikan aktifitas penebangan liar, serta saling membantu terkait pemeliharaan pohon pelindung maupun tumbuhan yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan,” pungkas pria kelahiran Bonan Dolok Siabu ini mengakhiri. (MN-09)