Batahan| belakangan ini cuara buruk melanda Kabupaten Mandailing Natal (Madina), cuaca buruk berupa curah hujan yang tinggi menyebabkan penghasilan nelayan di Kecamatan Batahan menurun.
Di Kecamatan Batahan banyak masyarakat yang bekerja sebagai nelayan, ada yang pencari atau penangkap ikan dan sebagian bekerja sebagai tukang jemur ikan. Dengan cuara buruk tersebut hasil tangkap ikan tidak seperti biasanya.
Anas (30) seorang along-along (pedagang ikan keliling) dari Desa Kubangan Tompek kepada awak Mohga Media menyebut selain cuaca buruk belakangan ini penghasilan nelayan juga dipengaruhi pandemi Covid-19.
“Situasi sekarang sedang sulit-sulitnya, pasokan ikan dari nelayan sedikit ditambah lagi situasi virus corona yang menyebabkan waktu bekerja masyarakat tak seperti biasanya. Situasi ini memang benar berat bagi kami,” keluhnya
Ia menyebut sepekan terakhir paska kabar bahwa Kabupaten Madina masuk zona merah penyebaran Covid-19 mengakibatkan banyak masyarakat yang khawatir bekerja di luar rumah, dan itupun terjadi bagi para nelayan maupun buruh lepas di perusahaan perkebunan.
Karena itu, Anas dan nelayan lainnya berharap Pemerintah hadir mengatasi situasi tersebut agar masyarakat dapat terbantu di tengah terpuruknya kondisi ekonomi paska virus corona dan cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.
“Tentunya kami berharap Pemerintah memeprhatikan kami kiranya ada solusi atas situasi ini,” harap Anas diamini warga lainnya. (MN-14)










