PANYABUNGAN, – Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs H Dahlan Hasan Nasution turut prihatin dan berduka atas kepulangan ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menghadap sang pencipta. Neta S. Pane meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Bekasi Barat, pada Rabu (16/6) pukul 10.40 WIB.
“Almarhum Bang Neta ini orang baik, punya kepribadian yang mulia. Saya banyak bertukar pikiran dan bergaul dengan almarhum bagaimana untuk percepatan pembangunan daerah. Bahkan beliau bersedia saya ajak berkunjung ke Madina, dan ada beberapa kali almarhum datang. Beliau orang yang gigih dan berani memberikan kritik yang konstruktif, ini patut dicontoh,
“Saya cukup kaget mendengar berita duka ini, mari kita doakan semoga almarhum mendapat terbaik di sisi-Nya dan keluarga sabar menghadapi musibah ini, beliau adalah sahabat masyarakat Madina,” kata Dahlan Hasan kepada MohgaNews, Kamis (17/6/2021)
Diberitakan sebelumnya, Informasi duka ini dibenarkan oleh kerabatnya Yon Moeis. Neta disebut meninggal karena covid-19.
“Betul, tadi sekitar pukul 10.40 WIB di RS Mitra Bekasi Barat,” katanya saat dihubungi.
Menurutnya, Neta telah dirawat di rumah sakit sejak 5 Juni lalu karena positif covid-19.
Informasi ini juga dibenarkan Edi Hasibuan, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia.
“Iya benar, kita sampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kita kehilangan pengamat kepolisian yang kritis dan banyak memberi masukan dalam memajukan Polri yang semakin baik,” tuturnya.
Neta merupakan Ketua Presidium IPW sejak 2004 hingga sekarang.
Aktivis kelahiran Medan, 18 Agustus 1964 ini memulai kariernya di bidang jurnalistik dengan menjadi reporter di SKH Merdeka di Jakarta.
Ia kemudian menjadi Wakil Pimpinan Redaksi Surat Kabar Jakarta tahun 2002-2004. Neta kemudian aktif sebagai aktivis hingga menjabat Ketua Presidium IPW.
IPW sendiri adalah lembaga swadaya masyarakat yang mengawasi kinerja kepolisian. Anggota lembaga ini terdiri dari pengamat, wartawan, pakar, hingga akademisi yang peduli masalah kepolisian.
Ia kerap mengkritisi berbagai kasus kepolisian sejak dulu hingga sekarang.
Terbaru, Neta memberikan pernyataan soal penyerangan terduga teroris ke Mabes Polri pada April lalu.
Ia saat itu menyebut kelompok teroris ingin menunjukkan lemahnya sistem keamanan Mabes Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (MN-01/int)











