MADINA, Mohga – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Nasution membantah keterlibatannya dalam penjualan 3 foto tokoh Mandailing ke desa hingga sekolah tingkat SD dan SMP.
Bupati Sukhairi menegaskan tidak ikut terlibat dalam penjualan tersebut. Apabila ada oknum yang mencatut namanya, Bupati siap menempuh jalur hukum.
”demi Allah saya tidak ikut terlibat di situ. Bagi siapa yang mengetahui oknum yang telah mencatut nama saya secara pribadi maupun jabatan Bupati, saya siap berhadapan dengannya,” tegasnya, Minggu (5/6/2022) kepada MohgaNews.
Sukhairi menjelaskan, menjual foto tokoh nasional untuk dikenalkan kepada masyarakat maupun ke desa, itu bukan suatu kesalahan. Tapi, dengan catatan tidak melakukan pemaksaan atau penekanan.
“Kalau ada yang berinovasi, itu malah semakin bagus. Tokoh yang berasal dari daerah kita dikenalkan ke masyarakat, itu saya kita baik. Karena, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang jasa pahlawannya. Tapi, sekali lagi saya ingatkan, tidak boleh ada pemaksaan. Silahkan berinovasi dan kalau hasilnya bagus lalu ditawarkan ke pemerintah desa dan mereka pun tertarik, saya kira tidak ada masalah,” terangnya
Soal salah satu foto tokoh asal Mandailing yang dijual ke desa adalah eyang Bupati Madina, yaitu Syekh Abdul Qadir Nasution Almandily Bin Shobir. Bupati Sukhairi juga menegaskan tidak ada campur tangannya di situ
”mereka mungkin menilai bahwa almarhum syekh Abdul Qadir layak untuk dikenalkan kepada masyarakat. Itu kan tidak ada masalah, pada intinya tidak ada penekanan dalam pengadaan foto itu,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, beberapa oknum pemuda di Madina menjual 3 foto tokoh Nasional yakni Jenderal Purn Abdul Haris Nasution, Willem Iskandar dan Almarhum Syekh Abdul Qadir Nasution Al-Mandili Bin Shobir.
Berdasarkan pengakuan beberapa orang kepala desa, mereka disarankan membeli foto tersebut dengan tarif biaya Rp 500/foto, padahal anggaran tersebut tidak pernah masuk dalam APBDes maupun P-APBDes tahun 2022. (MN-08)











