Bupati Gelar Rapat soal PT SMGP

MADINA, Mohga – Bupati Madina H. Muhammad Jafar Sukhairi Nasution mengadakan rapat penanganan konflik PT SMGP dengan masyarakat Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Rabu (21/9/2022) di aula setdakab komplek perkantoran paya loting

Hadir Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, Kepala Kejari Novan Hadian, Kabag Ops Polres Madina Kompol Muhammad Rusli, perwira penghubung Kodim 0212 TS Mayor Inf David, tokoh masyarakat Irwan Hamdani Daulay dan Irwansyah Nasution

Kemudian presiden direktur SMGP DR Yang, direktur Riza Pasikki, kepala teknik panasbumi Terry, manager CDCR Ade Robi, manager corporated communication Yani Siskartika. Dan turut hadir puluhan orang wartawan

Bupati dalam arahannya menyampaikan, rapat ini digelar untuk memfasilitasi masyarakat menyampaikan aspirasi seluas-luasnya kepada perusahaan sebagai pihak yang terdampak langsung dengan projek panasbumi

Sukhairi menyesalkan statemen berbagai pihak yang menyudutkan pemerintah daerah dalam persoalan PT SMGP. Ia menyebut setiap orang punya hak menyampaikan pendapat. Namun, belakangan ini pendapat yang muncul di media seolah-olah terjadi penghakiman

“Kami melihat pemerintah disudutkan dalam situasi ini. Pemkab Madina sudah banyak berbuat dalam penyelesaian SMGP dengan warga terdampak. Tapi, yang perlu kami luruskan tidak ada wewenang pemerintah daerah melakukan penutupan PT SMGP, itu wewenang pusat. Pemerintah daerah hanya bisa memberikan rekomendasi,

“Karena itu kami meminta semua pihak harus bijak menilai dan memberikan pendapat, jangan menghakimi melalui media sosial,” kata Sukhairi

Tokoh masyarakat Irwan Hamdani Daulay pada kesempatan itu mengatakan, yang perlu saat ini dilakukan adalah mencari solusi dari semua rentetan peristiwa yang terjadi di seputar projek panasbumi PT SMGP

“Yang perlu kita lakukan saat ini adalah mencari solusi dari semua rangkaian kejadian, kami menyarankan agar secepatnya dibentuk tim independent untuk menyelesaikan ini.

“Di sisi lain, daerah kita membutuhkan investasi karena tidak sanggup lagi kalau hanya mengandalkan dana dari pusat. Ini semua harus kita kaji demi kepentingan daerah,” kata Irwan Daulay

Sementara, Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis berharap dengan kejadian ini perusahaan membuka diri seluas-luasnya untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Saya juga berharap kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat, itu bebas, silakan menyampaikan pendapat apapun, tapi saya mohon pendapat yang diberikan itu tujuannya memberikan solusi bukan malah memperkeruh situasi,” ujarnya

Pantauan mohganews, rapat ini berlangsung sekitar dua jam, masyarakat juga terlihat menyampaikan aspirasi mereka. Warga mengakui SMGP banyak memberi manfaat bagi perekonomian masyarakat. Tetapi, mereka menginginkan rasa cemas masyarakat terhadap peristiwa tidak terjadi lagi. (MN-08)