MADINA, Mohga – Kapolres Madina AKBP H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq mengeluarkan ultimatum dan mengingatkan seluruh masyarakat di Kabupaten Madina bahwa peredaran gelap narkoba makin membahayakan.
AKBP Reza menyebut peredaran gelap narkoba ini ibarat masyarakat kembali dijajah. Ia pun memberikan saran yang tepat yaitu dengan melakukan upaya secara bersama-sama
Hal ini disampaikan Kapolres Madina pada jumpa pers pengungkapan kasus narkoba selama sepekan di aula Rupatama Tantya Sudhirajati Mapolres Madina, Senin (18/9/2023)
Memerangi rantai peredaran narkoba ini sama halnya virus Covid-19, apabila dilakukan bersama maka akan membuahkan hasil yang maksimal.
“Kami berharap kita semuanya, jangan hanya Polri, TNI, BNN saja yang bergerak, namun saya harap masyarakat dan pemerintah harus sama-sama bergerak memerangi narkoba. War on drug, inilah penjajahan di zaman sekarang ini,” katanya.
Mengapa harus dilakukan bersama-sama? Kapolres mengaku pihak aparat keamanan hanya berjumlah sedikit jika dibandingkan dengan masyarakat Madina, hanya sekitar 30 persen. Jadi, perlu sinergitas antara aparat dan masyarakat.
“Jangan hanya dimulut saja mengatakan tolak narkoba, tapi yang dibutuhkan action atau tindakan nyata,” ucapnya.
Alumni Akademi Kepolisian Tahun 2003 ini pun mengakui sejumlah desa dan kelurahan di Madina sudah menunjukkan tindakan perang terhadap narkoba.
Dia juga sangat berharap bagi desa yang lain agar mengikuti sikap desa yang anti narkoba itu, contohnya Desa Pidoli Lombang dan Kelurahan Kotasiantar.
“Mulai dari detik ini sampai seterusnya kita teruskan komitmen kita untuk memberantas narkoba secara bersama-sama. Bukan sampai ini saja, tetapi kita lakukan secara optimal,” ungkapnya.
AKBP Reza juga mengakui, sebelum pihaknya melakukan penindakan narkoba bagi masyarakat yang terlibat, terlebih dahulu mereka membersihkan di internal Polri sendiri.
“Ibarat sapu, harus bersih dulu sapunya biar bisa membersihkan yang lainnya,” ujarnya. (MN-08)











