Gus Irawan Pasaribu: Jadi Bupati Jangan Seperti Raja

Panyabungan – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumatera Utara Gus Irawan Pasaribu melakukan kunjungan konsolidasi ke DPC Partai Gerindra Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (1/11)

Gus Irawan tiba ke sekretariat Partai Gerindra didampingi sejumlah pengurus disambut hangat Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Madina Erwin Efendi Lubis dan jajaran pengurus dan anggota DPRD Madina dari fraksi Partai Gerindra beserta jajaran pengurus partai di Kabupaten Madina

Tampak ikut dalam rombongan Gus Irawan itu Wakil Ketua DPRD Sumut dari Partai Gerindra yakni Harun Musthafa Nasution dan Ketua DPC Partai Gerindra Padangsidimpuan Rusydi Nasution. Dan ikut hadir dalam rapat itu calon Bupati Madina yang diusung partai Gerindra, M. Sofwat Nasution

Sebelum melakukan rapat konsolidasi partai, Gus Irawan didampingi Erwin Efendi Lubis membagikan 500 paket sembako kepada masyarakat Madina yang terdampak Covid-19, seperti penarik becak dan pedagang kaki lima.

Usai rapat, anggota DPR RI Gus Irawan Pasaribu kepada wartawan menjelaskan tujuan kedatangannya ke Kabupaten Madina guna melakukan rapat konsolidasi dalam rangka pemenangan pasangan calon yang diusung Partai Gerindra.

Ia meminta kepada semua kader jajaran pengurus partai terutama anggota DPRD dari fraksi Partai Gerindra mengamankan dan memenangkan pasangan yang telah ditetapkan diusung partainya. Begitu juga para calon anggota legislatif yang belum berhasil mendapat kemenangan pada Pileg tahun 2019 yang lalu supaya diberdayakan dalam rangka memenangkan pasangan Sofwat-Beir.

Terkhusus kepada calon Bupati dan Wakil Bupati, Gus Irawan mengaku telah banyak menyampaikan pesan apabila dinamakan rakyat memimpin Kabupaten Madina periode mendatang

“Saya tadi juga menyampaikan pesan kepada Paslon. Saya jelaskan bahwa untuk mewujudkan Madina yang bangkit dan lebih maju, kepala daerah harus jago membangun komunikasi dan melakukan terobosan, mencari anggaran ke pemerintah di atasnya, dalam hal ini pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,

“Kue pembangunan secara nasional yang ada di APBN besar sekali, ada Rp 2.575 triliun. Itu dialokasikan untuk 500an kabupaten/kota dan 34 provinsi. Nah, itu kan rebutan, karena itu kepala daerah harus punya kemauan dan kemampuan untuk melakukan lobby alokasi anggaran yang lebih besar.

“Periode kemarin hampir 4 tahun saya ketua komisi VII di DPR RI. banyak kepala daerah yang datang minta dukungan. Sayangnya kepala daerah dari Tabagsel jarang ketemu saya untuk membicarakan kue pembangunan apa saja yang bisa kita bawa ke daerah,

“Karena itu saya kira kepala daerah jangan seperti raja, Kepala daerah harus banyak melakukan terobosan untuk pembangunan daerahnya. Bukan berdiam diri duduk manis di singgasana. Harus mampu memanfaatkan semua jaringan yang ada di pusat, karena kalau hanya mengandalkan APBD daerah saja tidak akan mampu mewujudkan pembangunan itu,” pesannya. (MN-01)