MADINA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal (Madina) mengikuti puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara serentak oleh BNN RI secara daring/virtual.
Kegiatan yang berpusat di Jakarta tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BNNK Madina, Syamsul Arifin, beserta jajaran pejabat BNNK di Aula Kantor BNNK Madina.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Madina, antara lain Kapolres Madina AKBP Bagus Priyandi, Kajari Madina Mohammad Nursaitias, Ketua Pengadilan Negeri Arief Yudiarto, Kaban Kesbangpol Madina, Sudrajat Putra, Ketua Pengadilan Agama Dr. Mirwan, Pabung 0212/TS.
Pada puncak peringatan HANI 2026 ini, BNN mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam arahannya melalui zoom meeting, Kepala BNN RI, Komjen Pol Dr. (H.C) Suyudi Arie Seto, menyampaikan enam poin krusial terkait penanganan bahaya narkotika di Indonesia.
Pertama, ancaman narkotika terhadap masa depan bangsa. Menurutnya Kepala BNN RI, narkotika tidak hanya merampas kesehatan fisik seseorang, tetapi juga menghancurkan masa depan keluarga, merusak kualitas generasi muda, dan pada akhirnya mengancam keberlangsungan masa depan bangsa.
Kedua, rekomendasi pelarangan ketat vape (Rokok Elektrik). Komjen Suyudi menyebut BNN RI telah secara resmi merekomendasikan pelarangan ketat atas produk vape (rokok elektrik) kepada DPR RI. Masukan ini disampaikan langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI.
Ketiga, peluncuran program “Ananda Bersinar”. Gerakan “Ananda Bersinar” (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba) menjadi transformasi strategi pencegahan BNN. Program ini menempatkan anak sebagai subjek utama perlindungan melalui pembentukan karakter, ketahanan diri, kecakapan hidup, literasi bahaya narkotika, serta penguatan peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.
Keempat, program Grand Design Alternative Development (GDAD). Program ini bertujuan untuk menekan dan mengalihfungsikan wilayah rawan kultivasi (penanaman) ganja, seperti di Gayo Lues, Aceh, BNN terus mengoptimalkan pelaksanaan program GDAD.
Kelima, penguatan fasilitas rehabilitasi. Kepala BNN menyebut saat ini BNN telah mengoperasikan 223 Klinik Rawat Jalan dan 7 Fasilitas Rawat Inap yang tersebar di berbagai wilayah, yaitu: Balai Besar Rehabilitasi Lido, Balai Rehabilitasi Tanah Merah, Balai Rehabilitasi Baddoka, Loka Rehabilitasi Batam, Loka Rehabilitasi Kalianda, Loka Rehabilitasi Deli Serdang Rumah Rehabilitasi Bengkulu.
Keenam, ajakan kolaborasi seluruh elemen bangsa. BNN berharap Gerakan “Ananda Bersinar” dapat menjadi gerakan bersama yang didukung oleh seluruh Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, sekolah, pesantren, keluarga, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media, hingga seluruh komponen bangsa. (FAN)






