MADINA, Mohga – beredar sebuah video yang menampakkan Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madina terlibat cekcok dengan anggotanya.
Kejadian tersebut berujung pada laporan polisi, Plt Kasatpol PP, Yuri Andri SSTP melaporkan perbuatan anggotanya itu ke Polsek Panyabungan.
Informasi dihimpun, penyebab terjadinya dugaan penganiayaan karena gaji pegawai honorer selama 1 bulan yang tak kunjung dicairkan. Sementara dari keterangan Yuri, penyebab ditahannya gaji sejumlah anggota honorer yaitu karena masalah indisipliner. Di sisi lain kabid damkar Martua dituding terlibat karena ikut merekam pada saat kejadian berlangsung, dan dituduh melakukan pembiaran serta memprovokasi
Tudingan tersebut dibantah Martua. Ia membenarkan kejadian itu sempat ia rekam
“Benar saya yang merekam karena spontan. Dan itu tidak untuk konsumsi publik,” ujarnya.
Namun ketika disinggung mengenai isu miring terkait pembiaran bahkan keterlibatan, Martua pun membantah soal keterlibatannya.
Martua juga menjelaskan ia juga tidak tahu pasti kejadian dan perihal penyebab cekcok tersebut.
“Saya ke luar ruangan hendak pulang, pas di halaman kantor, saya lihat mereka sudah cekcok di lapangan itu. Jaraknya sekitar 35 meter dari saya. Saya juga tak dengar apa percakapan mereka. Lalu saya merekam itu sebagai bukti untuk ditunjukkan kepada Kabid Trantibum. Karena pegawai honorer (terlibat cekcok) merupakan anggota Bidang Trantibum. Bukan anggota saya, jadi tidak benar itu isu miring yang mengatakan saya memprovokasi atau terlibat,” terangnya lagi.
“Saya juga tidak menduga kejadiannya sampai begitu, karena saya juga cuma sebentar,” sambungnya lagi.
Selain itu, Martua juga mengungkapkan bahwa sepengetahuannya, memang ada sedikit masalah internal dalam tubuh Satpol PP dan Damkar, khususnya dari Bidang Trantibum.
“Saya dengar itu persoalan gaji honorer anggota Bidang Trantibum. Kalau secara personal, saya juga kasihan dengan para honorer. Mungkin itu penyebabnya,” ucapnya.
Martua juga mengatakan, ia sedang mempertimbangkan langkah hukum dalam menyikapi pernyataan Kasatpol PP dan Damkar Madina.
“Saya keberatan dengan kalimat yang menuduh nama saya seolah membiarkan kejadian itu. Takutnya nanti akan memicu opini publik dan spekulasi bahwa saya dalang dari kejadian itu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dikabarkan sebelumnya telah terjadi dugaan penganiayaan oleh pegawai honorer Satpol PP Madina terhadap Plt. Kasatpol PP dan Damkar, Yuri Andri, S.Stp, yang menyebabkan pelipis Kasat terluka.
Informasi dihimpun, penyebab terjadinya dugaan pennganiayaan diduga karena gaji pegawai honorer selama 1 bulan yang tak kunjung dicairkan. Sementara dari keterangan Yuri, penyebab ditahannya gaji sejumlah anggota honorer yaitu karena masalah indisipliner.(MN-07)






