Wildan Nasution di Mata Kolega dan Rekan

0
240
Imran Khaitami Daulay bersama Wildan Nasution saat menerima aksi pengunjukrasa di depan gedung DPRD Madina

MohgaNews|Madina – anggota DPRD Mandailing Natal (Madina), Ir Wildan Nasution tutup usia pada hari Jumat pagi (9/8) di RSUD Panyabungan sekitar pukul 8.15 Wib. Almarhum didiagnosa mengalami masalah ginjal.

Berpulangnya Wildan Nasution ke pangkuan yang Maha Kuasa cukup mengejutkan banyak pihak khususnya koleganya sesama anggota dewan. Apalagi, Wildan Nasution merupakan orang lama dan senior di DPRD Madina.

Mereka pun memberikan penilaian bahwa Wildan Nasution sudah banyak memberikan kontribusi pemikiran dalam perjalanan pembangunan di Kabupaten Madina selama ia duduk di DPRD yang hampir lima belas tahun lamanya.

Imran Khaitami Daulay, salah seorang kolega almarhum Wildan Nasution kepada MohgaNews, Jumat (9/8) mengatakan, Wildan sudah banyak memberikan kontribusi pemikiran bagi Imran selama memimpin DPRD Kabupaten Madina dua periode maupun memimpin Partai Golkar Madina satu periode.

“Bagi saya almarhum Wildan bukanlah sekedar teman atau sahabat saja. Apalagi dalam ranah politik yang selama ini kami tekuni, sungguh tak bisa dipungkiri betapa banyaknya kontribusi pemikiran dan pertimbangan bijak dari almarhum kepada saya, baik selama 2 priode saya memimpin DPRD Madina, maupun saat memimpin Partai Golkar Madina,” ujar Imran.

Imran menjelaskan, di internal Partai Golkar sendiri, ada tiga orang kader yang sudah dipersiapkan guna menyambung kepemimpinannya di Partai Golkar Madina. Dan, menurut Imran. Di perpolitikan Madina, Wildan bukanlah polisiti karbitan maupun dadakan.

“Termasuklah almarhum salah satunya. Beliau bukan politisi karbitan atau dadakan. Beliau tumbuh dan mendewasa di jagat politik benar benar dimulai dari bawah. Almarhum adalah politisi yang memiliki kecerdasan dan kekuatan moral politik yang bagus, humanis dan shaleh. Itu jugalah barangkali maka praktis selama 2 periode saya memimpin DPRD Madina, selama itu pula almarhum menjadi Ketua Fraksi Golkar.

“Dan, siapapun yang rajin mengikuti sepak terjang politik almarhum, pasti juga dapat mengapresiasi kehadiran almarhum di gedung rakyat, bukan saja membawa manfaat bagi partai, tapi umumnya masyarakat Madina. Banyak terobosan terobosan pemikiran almarhum yang menjadi rujukan dalam menangani berbagai permasalahan menyangkut pemerintahan maupun rakyat dan swasta di Kabupaten Madina,” ungkap Imran yang saat ini disebut-sebut sebagai salah satu bakal calon Bupati maupun wakil Bupati di Pilkada Madina tahun 2020

Terpisah, Sekretaris DPD Partai Golkar Madina Erwin Nasution yang juga rekan almarhum Wildan di gedung DPRD Madina. Erwin mengaku terpukul dan sangat kehilangan sosok Wildan Nasution yang dikenal cukup telaten dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di internal partau maupun dalam melaksanakan tugas sebagai anggota dewan.

“Beliau seseorang yang tidak banyak bicara dan selalu telaten dalam bekerja juga asyik diajak musyawarah dan bekerjasama. Kami sangat kehilangan figur beliau, saat ini kami hanya mendoakan semoga arwah almarhum diterima di sisi yang Maha Kuasa, dan berada di sebaik-baik tempat,” kata Erwin. (MN-01)