Desember 6, 2022

MADINA, Mohga – Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan bantuan benih padi jenis Impari Nutrizing sebanyak 10 ton kepada 22 kelompok tani yang tersebar di Kecamatan Siabu sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan kesejahteraan petani, Rabu (23/11/2022).

Bantuan benih padi, 40 ton pupuk NPK 1515 dan 1.000 liter pupuk cair jenis AOA ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pertanian RI tahun anggaran 2022 yang diserahkan bagi petani di Kecamatan Siabu.

Hadir Kadis Pertanian Madina, Siar Nasution, SP didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Juli Hidayah beserta para PPL UPT Dinas Pertanian Kecamatan Siabu.

Sementara dari Dinas Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Utara dihadiri oleh Seksi Serealia, Rina Andala Sari, SP.

Bupati Madina H. Muhammad Jafar Sukhairi Nasution melalui kepala dinas pertanian Siar Nasution mengatakan, bantuan benih padi jenis Impari Nutrizing tersebut merupakan kali pertama yang diterima oleh Kabupaten Madina dari Kementrian Pertanian disebabkan manfaat yang begitu luar biasa yakni bisa mengurangi atau mencegah stunting.

“Meskipun baru kali pertama kita terima namun perawatan benih hingga panen masih sama dengan benih padi lainnya. Jenis Impari Nutrizing ini bisa diserang hama blas, meski begitu para petani sudah kita imbau untuk aktif melakukan perawatan,” katanya.

Sebelumnya, Siar yang juga mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Madina ini mengusulkan kepada Kementerian Pertanian agar diberikan benih padi jenis Impari Nutrizing lebih banyak, mengingat angka stunting di Madina cukup tinggi.

“Awal mula permohonan bantuan itu melirik dari angka stunting di Madina yang cukup tinggi, makanya pihak kementerian menyalurkan. Meski seluruh petani belum mendapat bantuan jenis benih padi ini, tahun 2023 akan kita perjuangkan kembali,” ungkapnya.

Kepada seluruh Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Siabu yang sudah menerima bantuan tersebut ditekankan serta diminta untuk tidak memperjualbelikan, baik benih maupun pupuk.

“Manfaatkanlah sebaik mungkin. Di sini sama-sama kita lihat bantuan dari pemerintah pusat sungguh banyak dan artinya pemerintah masih sangat peduli terhadap Kabupaten Madina. Jadi, saya mohon bantuan ini dimanfaatkan sebagai mungkin,” harapnya.

Sementara Seksi Serealia Dinas Tanaman Pangan Provinsi Sumut, Rina Andala Sari, SP mengaku hanya tiga Kabupaten/Kota yang menerima bantuan benih padi jenis Impari Nutrizing di seluruh wilayah Sumut.

“Kabupaten Madina menjadi nomor satu penerima bantuan jenis bibit ini setelah Kabupaten Simalungun dan Tapanuli Selatan. Kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat dan Provinsi atas perhatian mereka,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tanaman Dinas Pertanian Madina bahwa bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi Kadis Pertanian Madina yang begitu baik dalam memberikan permohonan ke kementerian.

“Komunikasi pak Kadis Pertanian Madina sangat baik dengan kementerian. Ini patut kita apresiasi,” ujarnya.

Ditanya soal kenapa hanya di Kecamatan Siabu saja yang menerima bantuan? Juli Hidayah menyebut petani padi perbesar di Kabupaten Madina terletak di Kecamatan Siabu. Meski demikian, bantuan yang sudah diperjuangkan akan dibagikan kembali bagi petani di seluruh Madina.

“Ini secara bertahap dulu, nanti semua akan kebagian,” tegasnya.

Ketua Kelompok Tani Sejalan dari Desa Huraba II bernama Abdussalam Hasibuan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat hingga daerah terutama kepada Bupati, HM Ja’far Sukhairi Nasution dan Siar Nasution yang telah peduli akan nasib petani di Madina khusunya di Siabu.

Abdus mengaku, kelompok tani sejalan telah beberapa kali menerima bantuan benih padi dan pupuk dari Kementerian, Provinsi dan Kabupaten.

“Kami bangga atas bantuan yang diberikan. Apalagi pupuk NPK ini, harganya pun sangat mahal apabila kita beli sendiri di grosir maupun pengecer. Terima kasih pak Bupati dan Dinas Pertanian,” ucapnya. (MN-08)