PALAS– MRH, siswa kelas XI jurusan bisnis kontruksi dan properti di SMKN 1 Barumun melaporkan 2 orang oknum gurunya ke Polres Padang Lawas, Sabtu (1/10/2022)
Laporan itu sudah diterima polisi dengan nomor STPLP/B/228/X/2022/SPKT/Palas/SU. Dalam LP ini oknum pemukul siswa tersebut bernama Candra dan kawan-kawan.
Laporan ini dibuat karena MRH siswa yang berasal Desa Sigorbus Jae Kecamatan Barumun Baru mengaku mengalami pemukulan oleh oknum guru tersebut. Kata MRH saat melaporkan pemukulan oknum guru ini di Polres Palas, kejadiannya saat upacara Hari Kesaktian Pancasila berlangsung pada Sabtu (1/10/2022) pagi, ada yang melempar batu kecil dari barisan peserta didik ke arah depan peserta upacara.
Lemparan itu diindikasi dilakukan anak peserta didik. Begitu selesai upacara, 2 oknum guru itu langsung mendatangi siswa MRH dan memukul siswa tersebut. Sempat diakui MRH dan siswa lainnya, bahwa MRH bukan pelaku pelemparan.
Namun kedua guru masih saja terus memukul MRH. Kejadian ini berlangsung begitu saja. Kejadian yang dialaminya itu langsung diberitahu MRH kepada orang tuanya melalui telepon. Begitu orang tua menanggapi, pihak sekolah baru terkesan heboh.
Dalam hal ini, Orang tua siswa, Rajo Hasibuan (46) merasa keberatan. Dan melaporkan kejadian ini ke Polres Palas. Seiring bukti visum dari Rumah Sakit, bukti memar akibat pemukulan tersebut.
“Saya jelas keberatan, anak saya sudah mengatakan kepada guru itu bukan pelaku pelemparan. Tapi masih saja terus dipukul, sampai biru biru di telinganya, dibadannya. Makanya kita laporkan,” ujar Rajo Hasibuan saat melaporkan kejadian tersebut di Polres Palas.
Sementara Kepala SMKN 1 Barumun Rita Batubara yang dikonfirmasi mengaku masih sibuk menerima tamu. Belum ada waktu berkomentar terkait guru pukuli siswa tersebut.
“Nanti ya, masih ada tamu ini,” ucapnya singkat.
Iskandar Hasibuan, kerabat atau paman korban tak tinggal diam atas perbuatan kedua oknum guru yang memukuli anak adiknya itu. Iskandar pun meminta Polres Palas segera menangkap oknum guru guna menanggungjawabi perbuatannya.
“Saya sebagai uaknya (paman), tidak terima anak adik saya dipukuli oleh Guru, tanpa salah dan tanya, membabi buta memukuli anak saudara saya,” ujar Iskandar Hasibuan, Minggu( 2/10/2022) di Panyabungan Kabupaten Madina usai menerima kabar pemukulan itu
Kata Iskandar, seorang guru semestinya bisa membina bukan langsung memukul, itu pun tanpa sebab
“Kan bisa ditanya baik-baik lalu diperingati, ini langsung pukul, anak kami itu tidak melakukan pelemparan dan sudah diakui teman-temannya. Karena itu kami meminta pak Kapolres segera perintahkan anggota menangkap oknum guru yang main rambo itu,” pinta Iskandar. (MN-01)












