Tepat di Hari Kemerdekaan RI, Korban Banjir di Kecamatan Siabu ‘Terlantar’

SIABU, – masyarakat korban banjir di beberapa desa di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasa terlantar. Sebab, kurang dari seminggu paska peristiwa banjir tersebut mereka mengaku belum mendapat perhatian dan bantuan

Di sisi lain, dampak banjir yang menyebabkan jembatan rusak dan saluran sungai di Sibaruang dan Sihepeng masih dipenuhi material banjir sehingga mereka khawatir sewaktu-waktu akan terjadi banjir susulan.

“Bantuan sama sekali belum ada yang diterima warga, bantuan sembako dan sebagainya sama sekali belum ada,

“sebenarnya itu (bantuan sembako) tidak terlalu kami persoalkan, tetapi yang kami harapkan saat ini bantuan perbaikan saluran sungai penyebab banjir. Saat banjir kemarin jembatan sudah rusak dan sungai penuh material sisa banjir. Kondisi sekarang masyarakat trauma dan ketakutan terjadi banjir susulan,” ujar Kepala Desa Sihepeng Sada, Edi Hariyanto kepada MohgaNews, Selasa (17/8/2021)

“di sini ada dua unit rumah yang rusak berat dan sekitar 50 rumah warga rusak ringan,” tambahnya

rumah warga di Sihepeng Kecamatan Siabu yang terendam banjir

Warga Sihepeng juga mengeluhkan lambatnya penanganan dari Pemerintah, mengingat saat ini intensitas hujan cukup tinggi

“setiap hari selalu turun hujan sedangkan jembatan bekas banjir yang kemarin belum diperbaiki, kami takut apabila tidak segera diperbaiki pasti terjadi banjir lagi,” ungkap Rina, warga setempat

Camat Siabu, Ali Himsar Nasution yang dihubungi MohgaNews, Rabu (18/8/2021) mengaku sudah menyampaikan laporannya kepada Pemerintah Kabupaten Madina untuk penanganan paska banjir di beberapa desa di Kecamatan Siabu.

“kami sudah membuat laporan sejak kemarin agar diturunkan alat berat menangani paska banjir, karena ada dua unit jembatan di Sihepeng yang mengalami kerusakan. Tentu saja warga khawatir karena setiap hari turun hujan,” sebutnya

Kepala BPBD, Muhammad Yasir Nasution mengatakan, hari ini ia sudah memasukkan laporan penanganan banjir tersebut ke Bupati Madina, Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution. Selanjutnya tinggal menunggu perintah ke dinas terkait.

“Hari ini sudah saya buat laporan data terkait temuan di lapangan kepada Bupati. BPBD hanya sebatas kordinator di lapangan, tentunya yang menangani nantinya adalah dinas terkait. Contohnya jalan yang rusak, Dinas PUPR akan mengerjakan, kemudian masalah sawah itu urusan Dinas Pertanian. Tinggal menunggu disposisi Bupati ke Dinas yang membidangi,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat malam (13/8/2021) musibah banjir melanda Desa Hutapuli dan Sihepeng Raya Kecamatan Siabu. Banjir terjadi sekitar pukul 19.30 Wib. Akibat banjir ada ratusan keluarga mengungsi ke rumah kerabatnya. Dua unit rumah rusak berat dan puluhan rumah rusak ringan. Ketinggian genangan air di pemukiman penduduk mencapai 60 cm.

“Upaya yang kami lakukan saat ini mendirikan posko kesehatan dan posko penanggulangan bencana. Pagi ini warga sudah mulai membersihkan material sisa banjir, dan sebagian warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya. Jembatan di Sihepeng rusak dan perlu perbaikan segera mungkin karena intensitas hujan cukup tinggi setiap hari,” sebut Camat Siabu, Ali Himsar kepada MohgaNews pekan lalu. (MN-08/Red/Mag-01)