Silatnas BMIR Berjalan Sukses, Semoga Persatuan Anak Bangsa Makin Erat

0
82
Bupati Madina, Kapolri Jenderal Pol Tito diwakili Direktur Binmas Polda Sumut dan Ketua Umum BMIR diulosi saat memasuki arena Silatnas BMRI di Kabupaten Madina

MohgaNews|Madina – Silaturahmi Nasional yang diselenggarakan Barisan Muda Indonesia Raya (BMIR) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berjalan dengan sukses, Rabu (7/8)

Hal itu disebutkan Ketua Panitia Silatnas BMIR, Roni Marwan SSos kepada wartawan usai pembukaan Silatnas.

“Seluruh rangkaian acara mulai dari pagelaran seni budaya seperti Gordang Sambilan, tarian delapan etnis Sumatera Utara, wawasan kebangsaan dan festival suara Madina berjalan dengan sukses,” ujarnya.

Silatnas yang dipusatkan di Taman Raja Batu komplek perkantoran Payaloting ini selain dihadiri Ketua Umum DPN BMRI, Rouli Toredo Octara bersama jajaran pengurus, juga dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang diwakil Direktur Binmas Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Polisi Yusuf Honda Wantri Naibaho SH MSi, Wakil Bupati Madina M Ja’far Sukhairi Nasution, Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Madina, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, tokoh pemangku adat, pemuka agama, dan pelajar sekolah.

Ada berbagai rangkaian kegiatan memeriahkan Silatnas tersebut, seperti pengukuhan DPD BMRI Sumatera Utara, pengukuhan BMRI Kabupaten Madina, Penampilan kesenian daerah, festival gordang sambilan, festival suara, dan penamilan Tari Salapan (8 etnis budaya) yang dikolaborasikan dalam satu penampilan.

Direktur Binmas Polda Sumut Kombes Pol Yusuf Honda Wantri Naibaho dalam sambutannya berharap persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa agar tetap terjalin erat sebagai mana yang tercermin dalam rajutan tari Salapan.

Tari salapan adalah salah satu tarian warisan leluhur Mandailing dimana para penarinya terdiri dari delapan orang dan masing-masing memegang kain delapan warna yang dijalin rapi menjadi satu.

Hal ini kiranya dijadikan ikhtibar untuk mempersatukan anak bangsa baik dari segi agama, adat budaya terutama dari sisi kepemudaan yang diharapkan akan mampu dilakoni oleh BMIR diseluruh penjuru persada nusantara.

Bupati Mandailing Natal, Drs H Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, Silaturahmi Nasional BMIR yang dipusatkan di Kabupaten Mandailing Natal ini merupakan penghargaan bagi masyarakat Madina.

“Alhamdulillan, ini merupakan penghargaan bagi kita semua masyarakat Madina, kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Madina, sebagai upaya merekatkan kembali, menyatukan kembali seluruh elemen masyarakat Indonesia, baik dari segi agama, adat budaya, terutama segi dan kebudayaan.

“Kami bersyukur acara ini diadakan di Madina, dengan harapan seluruh elemen, seluruh anak bangsa dapat bersatu kembali. Mari kita rajut kebersamaan, persatuan dan kesatuan agar Indonesia kita lebih maju dari yang sebelumnya,” kata Dahlan.

Ketua Umum BMRI, Rouli Turedo Octara menyampaikan kekagumannya kepada Kabupaten Mandailing Natal, daerah yang telah banyak melahirkan tokoh nasional dan tokoh bangsa.

“Banyak orang-orang pintar dan cerdas dari sini, Silaturahmi Nasional ini dirangkai dengan beberapa festival guna menjaring bakat dan prestasi anak muda yang harus dibina dan ditingkatkan,” kata Rouli.

Terlebih dalam waktu dekat tim seni budaya Mandailing Natal akan melakukan pertukaran seni budaya dengan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami berharap Sulawesi Selatan yang diyakini sebagai asal muasal marga Lubis yang ada di Mandailing dapat menerima kunjungan tim kesenian dari Madina sehingga marga Lubis dan suku Bugis secara nyata yang mempunyai hubungan emosional dapat menjalin rasa kekeluargaan persahabatan dan persaudaraan,” kata Ketua BMIR

Selain itu ada juga tarian delapan etnis budaya Sumatera Utara yang ditampilkan pada acara itu. Tarian delapan etnis ini diyakini sebagai simbol kebersamaan dan persatuan bagi semua suku yang ada di Mandailing Natal khususnya Sumatera Utara.

Ia pun memberitahukan, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution merupakan salah satu dewan penasehat BMRI di pusat.

“Bukan karena beliau seorang Bupati, tapi beliau merupakan sosok tokoh yang diperlukan anak muda Indonesia saat ini, kita salut dengan kegigihan bang Dahlan, ia seorang kepala daerah yang lain dari biasanya. Kami menyaksikan sendiri, tanpa mengenal lelah, mengenal waktu, beliau memperjuangkan hak-hak rakyat di pemerintah pusat,” ungkapnya

Karena itu, kata Rouli. BMIR harus bisa melahirkan tokoh rakyat, bukan tokoh masyarakat. Dan, dapat hadir di tengah-tengah rakyat. Jadilah pemuda pemersatu bangsa,” pesannya.

Rouli juga menyebut, Silaturahmi Nasional BMIR ini dirangkai dengan seminar wawasan kebangsaan yang rencananya akan menhadirkan pemateri salah satu tokoh bangsa yaitu Akbar Tanjung.
“Akan ada seminar wawasan kebangsaan yang akan disampaikan Bang Akbar Tanjung pada hari Jumat besok,” tambahnya. (MN-01)