MADINA, Mohga – santri pondok pesantren Musthafawiyah yang hanyut Senin malam (23/1/2023) kemarin di sungai Aek Singolot belum berhasil ditemukan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muksin Nasution kepada mohganews, Selasa (24/1/2023) pagi mengatakan hari ini pencarian kembali dilakukan dikarenakan tadi malam pencarian sempat dihentikan
“Tadi malam pencarian kita hentikan sekitar pukul 23.40 Wib, karena cuacanya juga masih hujan deras, pencarian dihentikan bukan berarti kita biarkan, dan petugas kita berjaga di posko taman Raja Batu komplek perkantoran Pemkab Madina,
“Dan pagi ini pencarian sudah kembali dilakukan,” kata Muksin
Ia menjelaskan pencarian hari ini dibagi dalam tiga tim. Jumlah personel dari BPBD 15 orang ditambah 6 orang dari Basarnas. Tim pencarian ini tentunya dibantu personel TNI Polri dan warga sekitar.
“Kita bentuk 3 tim. Tim pertama melakukan penyisiran sungai mulai dari jembatan merah atau sekitar TKP hingg jembatan Tabakar. Tim kedua penyisiran mulai dari jembatan Tabakar hingga muara Aek Singolot tepatnya di bendungan Batang Gadis Aek Godang,
“Dan tim ketiga menyisir menggunakan perahu karet di sekitar muara Aek Singolot dan bendungan Batang Gadis. Mohon doa kita semua semoga korban segera ditemukan,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang santri pondok pesantren Mustafawiyah Desa Purba Baru Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Madina hanyut di sungai Aek Singolot, Senin (23/1/2023) malam selepas magrib atau diperkirakan pukul 19.00 Wib.
Santri terpeleset saat sedang mandi di sungai, lalu dibawa arus sungai. Situasi saat itu sedang hujan deras semenjak senin sore.
Belakangan diketahui santri yang hanyut itu bernama Mursadi Tasmil yang sedang duduk kelas VII atau kelas akhir. Mursadi berasal dari Pinang Sebatang Timur Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau. (MN-01/08)









