MADINA, Mohga – puluhan warga Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Madina dari dua desa yaitu Sibanggor Julu dan Sibanggor Tonga dilarikan ke RSUD Panyabungan dan Permata Madina diduga akibat menghirup gas beracun dari Well Pad T-12 milik PT Sorik Marapi Geotermal Power (SMGP), Selasa (27/9/2022) pukul 18.00 WIB.
Informasi dihimpun MohgaNews dari salah seorang warga Sibanggor Tonga bernama Muhammad Toguan (41) di RSUD Panyabungan.
Toguan menceritakan awal peristiwa tersebut ia rasakan pukul 18.00 WIB. Toguan dan istrinya merasa mual bahkan muntah karena menghirup bau menyengat.
Pria berumur 41 tahun ini mengaku sudah mendapat penanganan dari tenaga medis di RSUD. Sementara istrinya masih mendapat penanganan dengan cara di infus dan dipasang oksigen.
“Tiba-tiba aroma menyegat datang, sehingga badan terasa lemah dan nafas sesak. Kebetulan hari ini infonya pihak SMGP sedang pembukaan sumur,” katanya.
Pantauan di RSUD Panyabungan dan Permata Madina, korban dari dua desa tersebut masih terus bertambah. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan pukul 21.00 WIB, korban yang sudah dirawat mencapai 60 orang.
Bupati Madina, HM Ja’far Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dan Ketua DPRD, Erwin Efendi Lubis, SH sudah besuk seluruh korban.
Untuk mengantisipasi padatnya di dua rumah sakit ini, Pemda Madina melalui BPBD saat ini sedang menyiapkan pemasangan tenda di RSUD Panyabungan dan Bagas Godang di Desa Purba Baru.
Kapolres Madina, AKBP HM Reza Chairul Akbar Sidiq mengaku sejak awal peristiwa terjadi, kondisi di wilayah kerja PT SMGP aman terkendali.
Reza juga membenarkan bahwa, puluhan warga mengalami muntah-muntah pada saat peristiwa tersebut. (MN-08)






