PT SMGP Sebut Tidak Ada Kebocoran Gas H2S, Kapolres: Kita Selidiki Dulu

PANYABUNGAN, – Pada Senin sore (7/3), perusahaan panasbumi PT SMGP kembali mengeluarkan keterangan pers terkait peristiwa yang menyebabkan puluhan orang warga dilarikan ke RSUD Panyabungan dan RSU Permata Madina pada hari Minggu (6/3) kemarin

Berikut isi keterangan pers yang diperoleh wartawan

Menyusul laporan dugaan kebocoran gas H2S di Proyek Sorik Marapi, PT SMGP memastikan bahwa tidak terjadi kebocoran gas H2S dan menyampaikan hal-hal berikut:
‘Pada 6 Maret 2022, terjadi aksi unjuk rasa warga Desa Sibanggor Julu akibat tuduhan yang salah tentang kebocoran gas H2S saat kegiatan uji sumur AAE-05 di Proyek Panas Bumi Sorik Marapi.

Mengikuti prosedur standar operasional SMGP yang dirancang untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat dan pekerja kami di SMGP, sebelum memulai pengujian sumur, SMGP melakukan sosialisasi dengan masyarakat setempat menggunakan pengeras suara untuk mengumumkan rencana pengujian sumur, untuk memastikan semua orang di area tersebut mengetahui akan diadakan kegiatan uji sumur. Usai sosialisasi, SMGP mengevakuasi seluruh personel dan patroli dengan radius 300 meter dan sekaligus memantau perimeter dengan drone untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua orang.

Selama kegiatan uji sumur, SMGP memantau arah angin dan tingkat gas yang berasal dari sumur melalui gas detektor multi-gas. Gas yang mengalir dari sumur terutama tidak terdeteksi dengan 0 ppm dan selalu dalam batas paparan yang diizinkan sesuai standar international saat melalui sistem abatement (pada sistem ini terdapat 100 liter NaOH yang merupakan teknologi pelarutan H2S) untuk mengurangi paparan gas H2S. Hasil ini konsisten dengan uji sumur AAE-02 dan AAE-03 yang sebelumnya berhasil diuji oleh SMGP di well pad yang sama.

Berdasarkan wind sock di Pad AAE, saat pengujian dilakukan, angin bertiup ke arah timur dan timur laut seperti yang terlihat pada website kami, www.ksorka.com (dengan video menunjukkan wind sock berkibar), sedangkan Desa Sibanggor Julu berada pada elevasi 26 meter dan jarak 397 meter arah selatan dari kegiatan pengujian sumur SMGP. Selama kegiatan uji sumur, tidak ada alarm gas SMGP yang berbunyi Berdasarkan langkah-langkah keamanan dan pemantauan yang diambil, lokasi geografis Desa Sibanggor Julu dan fakta bahwa gas H2S lebih berat daripada udara, tidak ada indikasi atau bukti yang mendukung klaim paparan gas H2S dari sumur AAE-05 seperti yang telah dilaporkan. SMGP berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan kepada masyarakat termasuk memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat setempat, serta berpartisipasi dalam penyelidikan dengan pihak berwenang tentang penyebab sebenarnya dari insiden tersebut.

SMGP telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan pekerja, serta mengamankan operasi dan asetnya. Saat ini, operasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi berjalan normal seperti yang telah disarankan oleh Direktorat Jenderal EBTKE.

SMGP menyesalkan insiden yang terjadi di lokasi proyek kami yang membahayakan staff kami dan mengecam segala tindakan kekerasan terhadap staf kami dan orang lain.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi situs web SMGP www.ksorka.com yang memilikiinformasi, dokumen, dan video lebih detil atau hubungi kami dicorporate.communications@ksorka.com

Terpisah, Kapolres Madina, AKBP H. Muhammad Reza SIK mengatakan pihaknya sedang membuat LP atas kejadian ini.

“Kami sudah koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali di kemudian hari,

“Kita akan selidiki sejauh mana kelalaian perusahaan dan mulai hari ini kita turunkan tim ke lokasi untuk melakukan penyelidikan,” sebutnya

Reza mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan perbuatan anarkis ataupun perbuatan yang melawan hukum.

“Ke perusahaan juga saya sampaikan untuk sementara menghentikan dulu kegiatannya dengan tujuan menumbuhkan rasa empati juga ke masyarakat karena adanya korban yang sempat dirawat,” tambahnya. (MN-08)