Politisi Golkar: Bongkar Pasang Pejabat Madina Picu Krisis Kepercayaan Rakyat!

MADINA – Kebijakan perombakan jabatan (mutasi) dan fenomena rangkap jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memicu kritik tajam. Langkah ini dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Bupati Saipullah Nasution.

Kritik Keras dari Parlemen
Politisi Partai Golkar sekaligus Anggota DPRD Madina, Zubaidah Nasution, menyatakan keprihatinannya atas dinamika birokrasi yang terjadi saat ini.

Menurutnya, mundurnya sejumlah pejabat definitif secara serentak merupakan kejadian yang tidak biasa dan patut dipertanyakan.

“Jika terus-menerus terjadi seperti ini, maka akan muncul krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah, utamanya terhadap kepemimpinan Bupati Saipullah Nasution,” tegas Zubaidah, Jumat malam (27/3/2026).

Zubaidah juga mendesak pimpinan DPRD Madina untuk menggunakan haknya dalam meminta klarifikasi dari pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa persoalan rangkap jabatan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat mengganggu efektivitas kinerja.

“Pimpinan DPRD punya hak mempertanyakan soal ini, termasuk terkait rangkap jabatan, supaya hal ini tidak dibiarkan terus menerus,” tambahnya.

Di sisi lain, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Madina, Afrizal Nasution, menanggapi santai polemik tersebut. Ia menilai pengunduran diri dan pergantian pejabat adalah hal lumrah dalam dunia birokrasi demi penyegaran organisasi.

“Ini adalah bagian dari dinamika organisasi untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif,” ujar Afrizal usai memimpin acara serah terima jabatan (sertijab), Jumat (27/3/2026).

Hingga saat ini, empat dari enam posisi Eselon II yang dikabarkan mundur telah resmi berganti pimpinan. Berikut adalah rincian mutasi terbaru di Pemkab Madina:

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD): Yaz Adu Sakirin digantikan oleh Sekretaris Badan, Randuk Efendi.

Dinas Perhubungan: Adi Wardana digantikan oleh Yuri Andri, SSTP, yang saat ini menjabat sebagai Kasat Pol PP dan Damkar.

Dinas Perikanan dan Kelautan: Syarifuddin digantikan oleh Ali Anapiah yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Perikanan Tangkap. (FAN)