PMII Madina Galang Dana Untuk Korban Banjir Sulangaling

MohgaNewsIPanyabungan – Pengurus Cabang Peergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan aksi sosial menggalang bantuan dana untuk korban banjir wilayah Sulangaling Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG), Senin (12/10/2020)

Aksi galang bantuan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, dimulai hari Senin hingga hari Rabu besok dan di beberapa titik ruas jalan pusat kota Panyabungan

Ketua PMII Madina Alwi Rahman Kepada MohgaNews mengatakan aksi tersebut sebagai wujud kepedulian PMII Madina kepada masyarakat yang mengalami musibah banjir

“Kita sangat prihatin melihat saudara kita di Sulangaling, rumah mereka digenangi air, harta benda mereka rusak dan warga tidak bisa berusaha seperti biasanya dikarenakan banjir.

“Karena itu sebagai bentuk kepedulian, kami mengadakan aksi penggalangan bantuan dana dan berlangsung selama tiga hari,” ujar Alwi dan menyebut hari pertama mereka menggalang bantuan di ruas jalan simpang empat jalan STAIN Madina Kelurahan Dalan Lidang. Lalu di hari kedua dan ketiga di ruas jalan depan SPBU pasar baru Panyabungan

Alwi menambahkan, setelah aksi penggalangan selesai, pengurus PMII beserta senior akan mengantarkan langsung dana tersebut kepada korban banjir

“Mudah-mudahan dengan gerakan peduli kasih ini, masyarakat pengguna jalan merasa tersentuh dan memberikan bantuannya. Dana nanti akan kami antarkan langsung kepada warga korban banjir,” ungkapnya

Terpisah, Kobol Nasution sebagai putra daerah Sulangaling sekaligus pemerhati desa mengapresiasi kepedulian Pemerintah Daerah dan Provinsi yang telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir terkhusus di Kecamatan Muara Batang Gadis.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi tanggap bencana pemerintah daerah dan mahasiswa yang turun ke jalan melakukan aksi sosial menggalang bantuan,” kata Kobol.

Dapat diketahui, Penyebab banjir di Sulangaling akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir yang menyebabkan sungai Parlampungan meluap hingga membanjiri desa tersebut mencapai 1,5 meter, sebagian warga ada yang mengungsi. Saat ini, kondisi air yang masuk ke wilayah tersebut sudah berangsur surut dan masyarakat sudah kembali ke rumahnya masing-masing. (MN-08)