Petani Sawit di Madina Mengeluh Karena Musim Trek

MADINA, Mohga – belakangan ini petani sawit di Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengelug dikarenakan sedang memasuki musim Trek.

Trek adalah sebuah musim ketika hasil panen buah menurun drastis bahkan tidak menghasilkan buah sema sekali.

Alpian, salah seorang petani sawit warga Kubangan Tompek kecamatan Batahan kepada mohganews, Jumat (13/1/2023) mengatakan musim Trek ini sudah berjalan beberapa bulan belakangan

“sekarang sedang musim Trek. Produksi buah menurun drastis hingga anjlok 60 persen. Tentunya ekonomi masyarakat sekarang sedang lesu,” keluhnya

“Jangankan cari buah yang masak, yang mentah pun gak ada di pohonnya, sama sekali tidak berbuah,” tambahnya

Ia mengaku pada saat normal ia bisa memanen 800 Kg hingga 1 ton buah perhektar, sedangkan dimusim Trek ini panen hanya dikisaran 400 Kg hingga 500 Kg saja perhektar

Menurutnya, jika dilihat dari keadaan kebun saat ini, kondisi trek bisa berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

“Kalau dilihat dari pohonnya sekarang ini, bisa beberapa bulan lagi baru normal. Sekarang bunganya pun gak ada,” ujarnya

Hal serupa dikatakan Mino, salah seorang pekerja sebagai pemanen buah sawit di perkebunan sawit warga. Menurutnya, kondisi ini terjadi bukan diakibatkan kurangnya perawatan sawit, namun memang terjadi merata di seluruh kebun sawit di daerah ini.

“Jangankan yang tidak dipupuk, yang pupuknya bagus pun mengalami trek juga. Memang rata, dipupuk gak dipupuk sama saja,” katanya.

Di sisi lain petani sawit tetap bersykur karena ketika mengalami Trek harga buah sawit cukup tinggi saat ini. Petani hanya bisa berharap agar musim Trek ini bisa secepatnya terlewati

“Sedikit terbantu karena harganya lumayan tinggi, kalau harga ikut turun kami petani pasti semakin sulit,” ucapnya. (MN-14)