HIPMI Dukung Investasi untuk Kemajuan Ekonomi Mandailing Natal

0
698
Ketua HIPMI Mandailing Natal, Zainal Arifin

PANYABUNGAN, – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menekankan pentingnya mendorong iklim berinvestasi dari daerah hingga ke pusat. Dan, HIPMI Kabupaten Madina berkomitmen mengembangkan potensi pengusaha-pengusaha lokal, terutama yang pemula.

“HIPMI siap menjembatani rekan-rekan pengusaha muda agar dapat berkontribusi lebih besar dalam membangun Madina. Hal ini sesuai misi BPP HIPMI dan Kementerian Investasi, bahwa pembangunan daerah harus melibatkan pengusaha-pengusaha lokal. Maka untuk mendukung hal itu BPC HIPMI Kabupaten Madina Meningkatkan kapasitas kader-kader HIPMI dalam menumbuhkembangkan bisnis melalui pelatihan dan forum-forum bisnis. Terlebih iklim investasi di Mandailing Natal saat ini sedang baik,” ujar Ketua Umum HIPMI Kabupaten Madina, Mhd Zainal Arifin MSi kepada MohgaNews usai silaturahmi dengan manajemen perusahaan Panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di base camp Desa Purba Lamo Kecamatan Lembah Sorik Marapi.

Zainal mengungkapkan, PT SMGP salah satu proyek strategis nasional yang akan menyuplai pasokan listrik tentu saja diharapkan berperan aktif mendukung program HIPMI dalam pemberdayaan pengusaha lokal.

“Kita tentu sejalan dengan visi BPP HIPMI dan Kementerian Investasi untuk memberdayakan pengusaha-pengusaha lokal, terutama pengusaha muda. Terlebih iklim investasi di Mandailing Natal sedang baik, maka peluang ini harus kita sambut baik,  pengusaha lokal harus berkontribusi lebih besar dalam membangun daerah, jika ada investasi asing di daerah maka wajib melibatkan pengusaha lokal, kita bisa sediakan kebutuhan mereka, upaya ini juga dilakukan demi menjaga kestabilan ekonomi ditengah pandemi baik di daerah dan nasional,

“Dan ini yang kita harapkan kepada PT SMGP selaku salah satu perusahaan yang berinvestasi di daerah kita. Kita berharap perusahaan berperan aktif meningkatkan sumber daya manusia di daerah kita,

“Hari ini lahir beberapa perusahaan besar di Madina salah satunya PT SMGP yang pastinya membutuhkan tenaga kerja yang kompeten. Nah, di sini perlu sinergitas dan kolaborasi perusahaan untuk memberikan pembinaan keahlian supaya masyarakat mudah mendapat peluang bekerja sesuai ahlinya. Masyarakat jangan lagi cuma jadi penonton. Ke depan kita berharap SMGP begitu juga perusahaan lain bisa mengubah konsep penyaluran dana tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) yang selama ini fokus pada pembangunan fisik dialihkan pada bantuan pendidikan dan pembinaan skill masyarakat, sehingga manfaatnya lebih terasa untuk masyarakat sendiri,” kata dia.

Soal pro kontra, Zainal berpendapat bahwa itu hal yang wajar di alam demokrasi.

“Kalau ada yang melakukan penolakan itu adalah hak mereka. Tetapi yang kita minta masyarakat harus cerdas menilai dan melakukan kajian karena masyarakat juga yang merasakan manfaat dan dampak hadirnya investasi di daerah. Jangan sampai ego mengalahkan pemikiran sehat kita,

“Dan kepada perusahaan subkontraktor di dalam SMGP kita juga harap bisa membuka perwakilan di daerah karena ini juga akan dapat membantu lapangan kerja bagi masyarakat kita,” pungkasnya.

Di samping itu, Zainal menambahkan, BPC HIPMI Madina juga siap berkolaborasi dengan lembaga-lembaga termasuk perusahaan yang ada di Madina untuk membantu akses bagi pengusaha muda Mandailing Natal. Walaupun ekonomi melambat akibat pandemi covid-19 pengusaha tetap berbuat semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Ekonomi agak melambat, itu pasti. Jadi kami ingin mengetahui bagaimana situasi kawan-kawan pengusaha muda di berbagai daerah khususnya Mandailing Natal. Jadi muncul pemikiran dari rekan-rekan pengurus HIPMI agar berkolaborasi dengan lembaga-lembaga dalam hal Pemulihan Ekonomi Nasional. Ini semua kita upayakan untuk menstimulasi semangat kawan-kawan dalam berwirausaha” kata Zainal Arifin.

BPC HIPMI Mandailing Natal juga Sangat menyambut baik Pembentukan Satgas Investasi melalui Keputusan Presiden nomor 11 tahun 2021 yaitu pada tanggal 4 Mei 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan Investasi. (MN-01)